Sinode GKJ Meriahkan HUT ke-94 dengan Tukar Pelayanan Firman Kebersamaan dalam Belajar dan Menguatkan Persaudaraan Gereja

0 5 min 1 tahun

Beritakampus.id – Salatiga – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94, Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ) menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang menggugah semangat kebersamaan dan pembelajaran bersama antar gereja. Salah satu acara yang cukup berkesan  adalah Tukar Pelayanan Firman (TPF), yang akan digelar pada dua […]

POPULAR SOSIAL BUDAYA TRENDING
0 3 min 2 tahun

Beritakampus.id – Toraja, Dr. Badikenita Br. Sitepu, SE., SH., S.Kom Ketua Umum Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Anggota DPD RI Periode 2024 – 2029 dan sekaligus juga Ketua Komite II DPD RI 2024 – 2025 memberikan Ucapan Selamat dan Sukses Terselenggaranya Sidang Raya XVIII PGI Tahun 2024 di Toraja.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat hadiri kegiatan Pembukaan Sidang Raya XVIII PGI di Kete’ Kesu’ Toraja pada tanggal 08 November 2024 kepada awak media.

Dr. Badikenita Br. Sitepu, SE., SH., S.Kom mengatakan,” Saya Dr. Badikenita Br. Sitepu, SE., SH., S.Kommengucapkan selamat Sidang Raya ke 18 PGI di Rantepao Toraja Utara, kiranya dengan tema yang sudah disampaikan yaitu “Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Tema ini sangat bersamaan dengan tema PIKI, tegakkanlah keadilan, karena keadilan meninggikan derajat bangsa.” Ungkapnya.

https://youtu.be/yn9M9ELQPwg?si=vxBFwq9sx2zorkqP

Seperti diketahui bahwa Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI)  adalah sebuah organisasi kemasyarakatan berbasis Kekristenan yang didirikan pada 19 Desember 1964 di Jakarta oleh para cendekiawan Kristen ditengah situasi negara yang baru merdeka.

Para pendiri Persatuan Inteligensia Kristen merupakan para tokoh penting Indonesia, yakni antara lain Johannes Leimena, Todung Sutan Gunung Mulia, Manasse Malo, dan Pontas Nasution, dimana mereka berkumpul pada 19 Desember 1963 di sekretariat Universitas Kristen Indonesia jalan Diponegoro, Jakarta Pusat untuk mendeklarasikan lahirnya PIKI. Organisasi ini sempat mengalami masa surut setelah kongres pertama Agustus 1965 hingga 1986, namun seiring dinamika kebangsaan organisasi ini dibangkitkan kembali pada Juni 1987.

Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (Indonesian Christian Intelligence Association/ PIKI) yang didirikan  59 tahun lalu ini merupakan organisasi Kekristenan yang di anggotai oleh sejumlah tokoh penting di Indonesia mulai dari bupati, anggota dewan legislatif, bahkan gubernur.

Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk meneliti serta membantu perkembangan Keristenan Indonesia di bidang kelembagaan, perekonomian, infrastruktur, keamanan, kesejahteraan serta keamanaan umat Kristiani di Indonesia.

Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia adalah organisasi peolopor berdirinya beberapa Universitas di Indonesia seperti Universitas Kristen Maranatha Bandung yang didirikan PIKI bersama Sinode Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pasundan Indonesia, serta Universitas Kristen Indonesia Paulus, sebuah unibersitas yang didirikan PIKI bersama sinode Gereja di Makassar.

0 3 min 2 tahun

Pegiat Kesetaraan Gender

Beritakampus.id – Toraja, Pdt. Dr. Darwita Hasiani  Purba, S.Kom Lahir di  Silau Dunia pada 01 oktober 50 tahun silam merupakan sosok Pendeta perempuan yang telah berjuang banyak dalam ladang pelayanan gereja dan merupakan seorang pendeta asal  Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang aktif sebagai salah satu pejuang feminism dan kesetaraan gender.

Berkiprah di Gereja Kristen Protestan Simalungun mulai sebagai Vikar Pendeta (1998-1999), GKPS Res. Hinalang, Vikar Pendeta (1999-2001), GKPS Res. Siantar I, dan Pendeta Resort (2001-2004), GKPS Res. Immanuel Saribudolok, lalu menjabat  Koordinator Women Crisis Center Sopou Damei GKPS (2007-2013), Kepala Litbang GKPS (2018-2020), Memimpin Komisi Teologi GKPG (2011-2013, 2020 – sekarang). Dan sejak tahun 2020 hingga sekarang Pdt. Dr. Darwita Hasiani  Purba, S.Komsalah satu dari  Anggota Majelis Sinode GKPS dan menjabat sebagai  Pendeta Distrik 1 (2020- Sekarang).

Patut dicatat juga Pengalaman Pdt. Dr. Darwita Hasiani  Purba, S.Komdalam kiprahnya di  Luar Gereja (GKPS) antara lain :

  • Badan Pengurus KSPPM (2023-sekarang)
  • Penasehat PERUATI NAsional (2023-2027)
  • Ketua Nasional Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI), 2019-2023
  • Koordinator Forum Keberagaman Sumatera Utara (FKSU), 2019 Sekarang
  • Reviewer buku Pembelajaran Kurikulum Merdeka, 2023
  • Dosen tidak tetap di STT GMI (2018-sekarang)
  • Wakil Sekretaris Nasional PERUATL 2015-2019
  • Korwil PERUATI Sumatera Utara, 2011-2015

Selama bekerja melayani gereja Pdt. Dr. Darwita Hasiani  Purba, S.Kom Juga rajin membuat  Artikel yang patut kita catat disini yaitu :

  • Diam (Bukan Selamanya) adalah Emas dalam Karakater Transformust , Yogyakarta: KBM Indonesia, 2024
  • Menyingkap Kekerasan Simbolik dalam Gereja dalam Burtumbuh dalam Juang, Medan: Sinarta, 2023
  • Melucuti Patriarkhi dalam buku Merajut Asa, Jakarta: BPK Gunung Mall, 2022
  • Legenda Nantinjo, Si Penjaga Danau Toba (Membaca Legenda de Bingkal Ekofeminisme) dalam buku Relasi Perempuan dan Alam, Jakarta: BPK Gunung Mulla, 2022
  • “Legenda Nantinjo, Si Penjaga Danau Toba, (Teologi) Ekofeminisme” dalam buku Siapakah Sesamaku? (BPK Gunung Mulia dan STFT Jakarta), 2018
  • “Gereja sebagai si-dua jambar dalam buku Perdamaian dan Keadilan (BPK Gunung Mulia), 2017
  • “Kekerasan Seksual dalam Gereja, Mengapa Sulit Terungkap? dalam buku Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, Tinjauan Teologi Feminis (Yayasan Taman Pustaka Kristen), 2017
  • “Merawat Ibu Bumi dalam Buku yang diterbitkan oleh Moria GBKP, 2017

Pdt. Dr. Darwita Hasiani  Purba, S.Kom juga telah mempublikasikan Buku: “Mengapa Perempuan Diam? “ Pematangsiantar: Sinarta, 2012 selain aktif juga sebagai Narasumber Dan Fasilitator:

  • Fasilitator untuk Training of Motivator Gender Justice
  • Fasilitator untuk Membaca Alkitab dengan Mata Baru
  • Fasilitator untuk Women Leadership
  • Narasumber di gereja dan lembaga jaringan di tingkat lokal, Nasional dan internasional

(Mas Dharma EL/Red.)

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

0 6 min 1 tahun