0 5 min 2 tahun

Beritakampus.id – Rantepao  Toraja, Jelang Sidang Raya ke XVIII Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang akan berlangsung pada 8-14 November 2024 di Rantepao, Toraja, MPH-PGI, Ketua Umum Panitia, dan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja (BPS GT), menggelar jumpa pers, untuk menyampaikan kesiapan acara ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum BPS GT, Pdt. Alfred Anggui, menyampaikan rasa gembira dan antusiasmenya menyambut ribuan peserta yang akan hadir. Ia menekankan bahwa Sidang Raya ini adalah sebuah perhelatan besar yang sudah dipersiapkan dengan matang untuk memberikan kesan mendalam bagi semua yang datang.

“Kami menyambut dengan penuh sukacita Sidang Raya ini, acara besar yang akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Semua telah kami siapkan dengan baik untuk memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta,” ujar Pdt. Alfred, menegaskan kesungguhan panitia dalam menciptakan suasana nyaman dan penuh makna bagi seluruh peserta Sidang Raya.

Menambahkan pernyataan tersebut, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacky Manuputty, menyampaikan bahwa Sidang Raya bukan sekadar pertemuan gerejawi, tetapi juga merupakan momentum penting bagi umat Kristen dari berbagai latar belakang untuk bersatu dalam iman. “Sidang Raya ini adalah perhelatan iman yang menyatukan umat Kristen di Indonesia dengan segala keberagamannya, dan peristiwa ini kita sambut dengan sukacita yang besar,” ungkap Pdt. Jacky.

Dia juga menggarisbawahi betapa istimewanya acara ini, yang mungkin baru akan terulang dalam 500 tahun ke depan. “Toraja sebagai tempat yang sudah terkenal akan keindahan alam dan budayanya, menjadi daya tarik yang mendorong para peserta untuk hadir,” tambahnya.

Pdt. Jacky juga menyampaikan bahwa Sidang Raya ini mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dijadwalkan akan hadir. “Kami menyampaikan apresiasi dan sukacita atas keramahan dari Gereja Toraja, Pemerintah Daerah, jemaat, serta masyarakat yang turut menyambut perhelatan akbar ini dengan penuh antusiasme dan keterbukaan,” lanjutnya.

Tak lupa, dia mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Musa Salusu dan seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan perhelatan Oikoumene ini.

Mengamini pernyataan tersebut, Ketua Umum Panitia Sidang Raya ke-XVIII PGI 2024 Pdt. Musa Salusu mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Gereja Toraja sebagai tuan rumah Sidang Raya kali ini. Menurutnya, panitia bersama masyarakat dan pemerintah daerah telah bersinergi dalam menyambut dan mempersiapkan acara ini dengan semangat penuh.

“Kami bersyukur diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Sidang Raya PGI yang ke-18. Panitia, masyarakat, dan pemerintah daerah dengan semangat tinggi telah bergotong royong menyiapkan segala sesuatu, termasuk kemasan acara yang sarat dengan nilai budaya lokal,” jelas Pdt. Musa.

Ditambahkan bahwa pembukaan acara akan diadakan di situs budaya Kete Kesu, dilengkapi dengan pameran budaya dari berbagai daerah di halaman kantor BPMS Gereja Toraja. “Selama tujuh hari, kita akan menyaksikan relasi kebersamaan yang begitu kental, memperlihatkan kekayaan budaya dan kebersamaan bangsa Indonesia,” ujarnya. Pdt. Musa juga menyebutkan bahwa dukungan datang dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk dari kalangan Muslim dan Katolik, memperlihatkan kebhinekaan dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Terkait persiapan teknis, Pdt. Jimmy Sormin sebagai Koordinator Teknis Sidang Raya menjelaskan bahwa acara ini akan berlangsung dengan konsep ramah lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kertas. “Kami telah mengembangkan aplikasi Sirampun sebagai sarana komunikasi dan informasi bagi panitia serta peserta, untuk mendukung kelancaran acara dan menjadikannya lebih efisien,” terang Pdt. Jimmy. Inovasi ini, menurutnya, diharapkan dapat menciptakan acara yang lebih terorganisir dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan komitmen gereja untuk menjaga keberlanjutan alam.

Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari masyarakat lokal, Sidang Raya ke-18 PGI di Toraja ini diharapkan akan menjadi ajang perayaan iman, budaya, dan kebersamaan yang mampu memperkuat persaudaraan umat Kristen di Indonesia, sekaligus memperlihatkan keindahan budaya dan keramahan masyarakat Toraja kepada para peserta yang datang.

TIM PUBLIKASI SR PGI XVIII – PWGI

Pewarta: Nugroho Agung, Carlla P./Red Link : https://pgi.or.id/sidang-raya-ke-18-pgi-di-rantepao-toraja-perayaan-iman-kebudayaan-dan-kebersamaan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun