0 5 min 1 tahun

Beritakampus.id – Adiwerna Tegal – Sebuah tonggak sejarah baru terukir bagi umat Katolik di Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Setelah melewati proses yang panjang dan penuh liku, umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Adiwerna akhirnya memulai pembangunan gereja pada hari Rabu (4/6/2025).

Prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan melalui ibadah khusus yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono. Bertempat di Jalan Raya Barat, Gang Petung, RT 07 RW 06, Banjaran, Adiwerna, ibadah berlangsung lancar dan dihadiri tokoh lintas agama, pejabat daerah, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Uskup Mgr. Christophorus menyebut proses ini sebagai buah dari iman, doa, dan kolaborasi.  “Tidak sedikit orang yang kesulitan mendirikan rumah ibadah di negeri ini. Tapi tamu undangan yang hadir saat, semuanya pilih Tuhan menjadi saluran berkat. Saudara semua adalah orang-orang yang mampu menangkap kebaikkan di atas rata rata orang lain dan mewujudkan kebaikan itu,” ujarnya. Uskup menjelaskan ketika di daerah lain kesulitan mendapatkan ijin mendirikan rumah ibadah, di Jawa Tengah ada 7 gereja yang mulai dibangun di sepanjang Pantura.

Uskup Christophorus, yang pernah melanjutkan studi bahasa dan budaya Arab di The Center or Arabic Studies of Comboni Missionaries, Cairo, Mesir, dan Pontifical Institut for Arabic & Islamic Studies (PISAI), Roma, Italia menekankan bahwa izin mendirikan rumah ibadah membutuhkan lebih dari sekadar dokumen. “Diperlukan kepekaan, dialog, dan ketulusan untuk menjembatani perbedaan,” tambahnya.

Mengikuti Aturan, Mengedepankan Dialog

Pembangunan gereja ini diawali dengan pemenuhan seluruh persyaratan administratif sesuai peraturan bersama dua menteri (SKB 2 Menteri), termasuk dukungan 90 pengguna rumah ibadah dan 60 warga sekitar, yang disahkan pejabat berwenang. Dua rekomendasi penting dari Kementerian Agama Kabupaten Tegal dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga sudah didapat.

Kepala Kemenag Kabupaten Tegal, H. M. Aqsho, M.Ag., menegaskan bahwa panitia telah menunjukkan keteladanan dalam mengikuti proses perizinan. “Ini bukti bahwa jika umat taat aturan dan membuka ruang komunikasi, maka solusi selalu bisa dicapai,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal, melalui DPMPTSP,  menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang kini menggantikan izin IMB. Proses ini juga melibatkan lintas dinas, termasuk Dinas Dukcapil, Tata Ruang, PUPR, hingga Badan Kesbangpol.

Adiwerna, Miniatur Toleransi Indonesia

Camat Adiwerna, Drs. Agung Budi Waluyo, menyambut baik pembangunan gereja ini sebagai bukti hidupnya toleransi di wilayahnya. Desa Adiwerna dikenal sebagai desa percontohan kerukunan umat beragama, dihuni oleh penganut enam agama: Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Ini bukan hanya soal membangun gereja, tapi juga memperkuat kebersamaan. Harapan kami, gereja ini menjadi bagian dari wajah Adiwerna yang bersih, tertib, dan asri,” ujarnya.

Agung bahkan bercanda, menyebut kawasan sekitar gereja yang masih semrawut sebagai “Las Vegas versi Adiwerna” yang perlu ditata bersama-sama. Bila memungkinkan perlu diperbaiki jalan dengan pengecoran dan pengaspalan sehingga semakin tertata dengan baik.

Semangat Lintas Iman

FKUB Kabupaten Tegal turut mengawal proses ini dari awal hingga terbitnya izin. Ir. Doddy Haksman Adi menyebut perjuangan tersebut “jatuh-bangun” dan penuh dialog pendekatan persuasif. “Pertemuan dilakukan berkali-kali, jatuh dan bangun, tapi semua terwujud dengan hadirnya kebersamaan hari ini, Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya ijin gereja” ujarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja, Thomas Sugianto, menegaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan jemaat. Thomaspun mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak sampai keluar surat ijin pembangunan gereja.

Tokoh lintas agama hadir memberikan dukungan. Ibu Khemawati Sunarni, S.Ag tokoh agama Buddha berharap pembangunan gereja baru ini menjadi pusat spiritual sekaligus penggerak lingkungan. Sedangkan Pdt. Dr. Sugeng Prihadi menyatakan apresiasi atas kerja FKUB yang   hadir, mendampingi dan menjembatani umat Katolik dengan masyarakat sampai akhirnya keluar surat ijin tersebut.

Ketua FKUB Tegal, Drs. Badrodin, S.Kom,  mengutus dua anggota FKUB yakni , K.H. Husni Fagih, S.PdI dan H. M. Syafiq Zuhri, untuk menjembatani dan  memediasi umat, masyarakat dan pemerintah. Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga suasana kondusif selama proses berlangsung.

Mewujudkan Kerinduan Umat

Romo FX Bagyo Purwosantosa, Pastor Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Kota Tegal, mengungkapkan keharuan atas tercapainya momen ini. “Kami dulu beribadah di Desa Tembok Banjaran, lalu harus mencari tempat baru. Kini, mimpi itu menjadi nyata. Ini adalah kerinduan umat yang akhirnya terjawab,” katanya.

Peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi juga simbol bahwa Indonesia, dengan segala keragamannya, tetap punya ruang bagi harmoni, toleransi dan semangat moderasi beragama di Kabupaten Tegal, khususnya di Adiwerna. (sugeng ph/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun