0 4 min 1 tahun

Beritakampus.id – Salatiga – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar audiensi terbuka bertajuk ‘Open Forum bersama Rektor Intiyas’ di Balairung Universitas pada Jumat (16/05/2025) petang. Acara yang berlangsung selama kurang lebih delapan jam ini bertujuan untuk mendengar dan membangun dialog langsung atas aspirasi yang berkembang di kalangan mahasiswa dan dosen, khususnya dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknologi Informasi, dan Fakultas Teologi.

Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, hadir langsung didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (KIP) Priyo Hadi Ari, Ph.D., Kepala Campus Ministry Pendeta Dr. Ferry Nahusona, S.Kom, serta Direktur Direktorat Infrastruktur dan Digitalisasi Dr. Johan Jimmy Carter Tambotoh, S.E., M.T.I.

Dalam sambutannya, Rektor Intiyas mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus yang dikenal dengan sebutan “Kampus Hebat Tanpa Sekat” tersebut. Menurutnya, penyampaian aspirasi oleh mahasiswa bukanlah hal baru di UKSW dan menunjukkan sifat kritis civitas academica di era disrupsi.

“Terima kasih atas aspirasi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa dan juga dosen. Saya mengapresiasi sifat kritis mahasiswa di era disrupsi sekarang ini,” ujar Rektor Intiyas, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi UKSW yang diterima pada Senin (19/05/2025).

Ia menambahkan, “Kami membuka ruang dialog di Balairung Universitas, sebagai bentuk apresiasi atas aspirasi yang disampaikan civitas academica. Melalui audiensi ini kita bisa berdiskusi, rekan-rekan mahasiswa bisa mengeluarkan unek-uneknya, aspirasinya.”

Audiensi ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas. Sejumlah aspirasi mengemuka, terutama terkait peningkatan fasilitas kampus penunjang perkuliahan dan berbagai topik lainnya. Mahasiswa dari Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Biologi, Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Fakultas Hukum, hingga Fakultas Teologi mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Intiyas dan Wakil Rektor KIP Priyo Hadi Ari memberikan respons langsung. Priyo Hadi Ari menegaskan komitmen untuk segera menindaklanjuti aspirasi terkait infrastruktur.

“Minggu depan kami akan turun ke lapangan langsung untuk melakukan pengecekan dan melakukan follow up. Seperti biasa, kami minta Direktorat Infrastruktur dan Digitalisasi untuk bergerak cepat. Aspirasi yang disampaikan rekan mahasiswa dalam audiensi ini, akan kami jadikan prioritas,” tegas Priyo.

Mengingat banyaknya masukan dan antusiasme peserta, Rektor Intiyas menyatakan bahwa akan ada audiensi lanjutan untuk memberikan ruang lebih bagi aspirasi mahasiswa, Lembaga Kemahasiswaan tingkat universitas dan fakultas, serta dosen.

“Kami sedang berkoordinasi untuk mengadakan audiensi selanjutnya, agar dialog dapat menjawab aspirasi yang disampaikan. Pimpinan sangat terbuka untuk dialog lebih lanjut dengan teman-teman lembaga kemahasiswaan di universitas, fakultas, dan juga mahasiswa lainnya serta dosen,” pungkas Rektor Intiyas.

Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah dekan, antara lain Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dr. Helti Lygia Mampouw, M.Si, Dekan Fakultas Psikologi Dr. Sri Aryanti Kristianingsih, S.Kom, M.H., Psikolog, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Dra. Ir. Sri Suwatiningsih, M.Si, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Drs. Agastya Rama Listya, M.S.M., Ph.D, serta Dekan Fakultas Kedokteran dr. dr. Leonardo Trisnarizki, Sp.DV, bersama beberapa pejabat dan dosen fakultas lainnya. (Dh.L./Red.*** – Sumber Humas UKSW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun