0 4 min 2 tahun

Beritakampus.id – Tangmentoe  Sulawesi Selatan, Pdt. Lenta Enni Simbolon Sekretaris Eksekutif  pada Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) bicara soal Tantangan Gerakan Oikoumene di Inonesia saat di temui di acara Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI di Tangmenteo Sulawsi Selatan hari Rabu 06 November 2024.

Pdt. Lenta menjelaskan bahwa kata Oikoumene atau Ecumene berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni oikos yang bermakna “rumah” serta monos yang artinya “satu”. Istilah ini disederhanakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi satu rumah tinggal. Lebih jauh lagi, Oikoumene diartikan sebagai gerakan “satu rumah”, menyiratkan bahwa seluruh umat kristiani di berbagai belahan dunia sejatinya hidup berdampingan dalam satu rumah yang sama, yaitu rumah Tuhan.

“Gerakan ini bersifat interdenominasi sehingga merangkul seluruh gereja dan lembaga Kristen di bawah keyakinan bahwa Tuhan memperlakukan umat kristiani sebagai satu umat yang sama, tanpa kecuali.  Meskipun berbeda denominasi, liturgi dan dogma, Gerakan oikoumene menyatukan semuanya dalam sebuah keesaan gereja.” Ujar Pdt. Lenta Enni Simbolon, SE., M.Div., M.Th., yang  saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Eksekutif  Bidang Persatuan dan Pembaharuan Gereja, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kepada awak media usai mengikuti kegiatan Sidang MPL PGI di Toraja ( 06/11/2024).

Selengkapnya wawancara dengan Pdt. Lenta Simbolon, silakan lihat tayangan berikut :

Patut diketahui profil singkat Pdt. Lenta Enni Simbolon, SE., M.Div., M.Th. sebagai berikut :

Riwayat Pendidikan :

  • 1985-1991 : SD, Simalungun (Sumatera Utara)
  • 1991-1994 : SMP, Simalungun (Sumatera Utara)
  • 1994-1997 : SMA, Pematang Siantar (Sumatera Utara)
  • 1998-2004 : Sarjana (Sarjana Akuntansi) ) di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, Medan (Sumatera Utara)
  • 2009-2012 : Magister Divinity di Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana/UKDW Yogyakarta (Jawa Tengah)
  • 2012-2014 : Magister Teologi di Hanshin Graduate School of Theology, Seoul , Korea Selatan.

Riwayat Pekerjaan :

  • 2004-2006 : General Accounting pada Perusahaan Mahakam Beta Farma, Medan, Sumatera Utara.
  • 2006-2009 : Pemilik & Manajer Restoran Batak di Medan, Sumatera Utara.
  • 2003-2009 : Staf asosiasi (staf paruh waktu) PERKANTAS Medan (Beasiswa Mahasiswa yang berafiliasi dengan International Fellowship Evangelical Students, IFES)
  • 2010-2012 : Mentor di Asrama Universitas Kristen Duta Wacana/UKDW, Seturan, Yogyakarta.
  • 2009-2012 : Pekerja Komisi Anak di Gereja GKI Ngupasan, Yogyakarta.
  • 2012-2014: Guru Bahasa Inggris di Apartemen Mia, Seoul, Korea Selatan.
  • 2012-2014: Pekerja Departemen Pendidikan Anak di Gereja Presbiterian Onyang, Korea Selatan.
  • 2014 2015: Dosen di Seminari Teologi Abdiel, Ungaran, Jawa Tengah.
  • 2015-2022 : Direktur Eksekutif PERSETIA, Jakarta.
  • 2017-2022 : Dosen Fakultas Teologi Universitas Halmahera
  • 2018-sekarang: Pendeta Sinode Gereja HKI (Huria Kristen Indonesia)
  • 2019-2022 : Anggota Pokja HIV/AIDS dan Disabilitas PGI
  • 2022-sekarang : Pelaksana Tugas Sekretaris Bidang Persatuan dan Pembaharuan Gereja, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2023-sekarang: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Pendidikan Kristen Indonesia

Publication

  • “”Sejumput Keberuntungan,” in Our Stories:The Unfinished Stories. Jakarta: Indonesian Theologian Association Press, 2014, 107-114.
  • “The concept of Stewardship as a Response Facing The Ecological Crisis: An exegetical Study of Creation Story in Genesis 1,” in Abdiel Journal (Journal Teologi Sosial Pentakostal)  ISSN 08530808, Ungaran: STT Abdiel, 2014, 65-78.
  • Co-editor with Petrus Bimo CP of the issue on “Corruption, Morality and Religious Character in Indonesia.” PERSETIA Proceeding. (2015).
  • “Proliferation of Theological Institutions in Indonesia: in Diversity of Theological Education in Asia. Ed H.S Wilson and Wati Longchar. Jointly published by Programe for Theology and Cultures in Asia (PTCA) and Foundation for Theological Education in Southeast Asia (FTSEA), 2019, 87-144.

(Carlla Paulina Waworuntu, S.Th./Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun