0 7 min 1 tahun

Beritakamps.id – Salatiga – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali memanas. Ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas menggelar demonstrasi besar pada Jumat (16/5/2025), yang berujung pada penyegelan Gedung Administrasi Pusat (GAP). Aksi ini merupakan puncak kekecewaan mahasiswa karena pimpinan rektorat tak kunjung membuka ruang dialog, meskipun batas waktu yang disepakati dalam Rapat Senat Universitas adalah 16 Mei 2025.

Aksi bertajuk “Satya Wacana Bergerak” ini diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Inter Disiplin (FID), FKIP, FISKOM, dan Fakultas Teologi. Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW, Tri Aprivander Waruwu, menegaskan bahwa kebuntuan komunikasi dengan pimpinan rektorat menjadi pemicu utama aksi ini. “Bahkan aspirasi dari teman-teman fakultas juga diabaikan,” ujarnya.

Empat tuntutan utama disuarakan mahasiswa dalam aksi 16 Mei 2025:

  1. Menghentikan gaya kepemimpinan rektor yang dinilai arogan dan mengeluarkan kebijakan ugal-ugalan.
  2. Perbaikan tata kelola manajemen universitas.
  3. Pengadaan dialog terbuka yang melibatkan seluruh civitas akademika UKSW.
  4. Perbaikan fasilitas kampus, termasuk area parkir, ruang kelas, serta akses internet dan penunjang lainnya.

Menanggapi Nota Rektor Nomor 001/NR/05/2025 tertanggal 13 Mei 2025, yang merujuk pada Surat Penggembalaan dari Pembina YPTKSW Nomor 001/SL/YSW-1/V/2025, Lembaga Kemahasiswaan UKSW juga mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap. Mereka menilai Surat Penggembalaan dari Pembina YPTKSW tersebut tidak menunjukkan fungsi evaluatif terhadap Rektor dan terkesan membela. LK UKSW mendesak pihak universitas membuka ruang dialog transparan dan merasa hak mahasiswa untuk dialog tidak terpenuhi, membuat kondisi universitas menyedihkan. Mereka menilai tindakan Rektor terkesan defensif dan membungkam aspirasi.

Nota Rektor 13 Mei 2025 sendiri, yang ditujukan kepada Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa, menyampaikan beberapa hal terkait Surat Penggembalaan dari Pembina YPTKSW. Rektor, Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., S.Kom, Ak., meminta semua pihak untuk memperhatikan, menaati, dan melaksanakan hal-hal yang dimaksud dalam Surat Penggembalaan tersebut. Selain itu, seluruh civitas akademika diminta tetap menjalankan proses perkuliahan dan aktivitas tridharma dengan baik, berpegang pada Motto UKSW (Amsal 1:7a), serta menahan diri dari penyampaian aspirasi yang mengganggu ketenangan dan keberlangsungan aktivitas di kampus.

Surat Penggembalaan dari Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) tertanggal 12 Mei 2025 (Nomor 001/SL/YSW-1/V/2025) menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi di UKSW dan menyerukan penyelesaian yang terbaik, konstruktif, dan jernih. Pembina YPTKSW menyampaikan pesan agar:

  1. Semua pihak menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang tidak mendatangkan kebaikan, merugikan, atau melampaui kewenangannya.
  2. Semua pihak tulus dan bersungguh-sungguh mengupayakan agar proses perkuliahan dan aktivitas akademis berjalan baik demi pelayanan kepada mahasiswa.
  3. Pembina Yayasan telah memberikan kewenangan kepada Rektor untuk melaksanakan manajemen kepemimpinan sesuai regulasi yang berlaku.
  4. Semua pihak dengan niat luhur dan arif bersedia mewujudkan relasi dan interaksi yang dinamis, apresiatif, serta konstruktif dengan mengedepankan nilai-nilai Kristiani.
  5. Pembina (bersama semua organ Yayasan) terus memonitor dan mengelola dinamika ketegangan, termasuk memberi ruang mendengarkan informasi melalui mekanisme tertentu.

Di tengah panasnya situasi, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah, sebagai salah satu pendiri UKSW, juga menyampaikan “Surat Penggembalaan” tertanggal 9 Mei 2025. BPMSW menyatakan keprihatinan atas demonstrasi yang terjadi hampir setiap pergantian pemimpin, melihat adanya kepentingan yang mewarnai aksi dan reaksi, dan mengajak semua pihak bertanya apakah yang terjadi sesuai dengan nilai-nilai Kristus. BPMSW mendorong semua pihak untuk menahan diri, berkonsolidasi dalam semangat persatuan dan kasih, saling membuka diri untuk berkomunikasi dalam semangat cinta kasih, dan mengupayakan penyelesaian yang cepat dan tepat demi nama baik UKSW dan kesaksian sebagai umat Kristen. BPMSW secara khusus mendorong dilakukannya dialog yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan.

Gejolak di UKSW telah berlangsung sejak awal Mei 2025. Gelombang demonstrasi berawal pada Jumat (2/5/2025) ketika sivitas akademika Fakultas Hukum (FH) menolak pencopotan Dekan FH dan jajarannya yang dinilai janggal. Aksi ini kemudian meluas. Pada Senin (5/5/2025), tiga fakultas menggelar aksi dengan tuntutan masing-masing, namun bermuara pada kritik terhadap gaya kepemimpinan Rektor yang dituding arogan.

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Hukum (FH) bahkan secara spesifik membantah pernyataan Rektor Prof. Intiyas Utami yang dianggap tidak menjawab isu-isu penting. Koordinator Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Kealumnian (BK3) FTI UKSW, Evangs Mailoa, menyatakan pernyataan Rektor tidak menyentuh substansi persoalan dan permintaan dialog tidak ditanggapi. FTI menuntut penghentian tindakan arogansi, perbaikan komunikasi, revitalisasi fasilitas (internet, komputer, kanopi parkir), dan pengelolaan keuangan/beasiswa yang akuntabel. Evangs menegaskan FTI bukan “sapi perah” dan Rektor perlu datang berdiskusi melihat kondisi sebenarnya.

Dari Fakultas Hukum, dosen senior Haryanto menilai pernyataan Rektor mengaburkan fakta. Ia menyebut proses pergantian dekan dan jajaran di FH tidak memenuhi due process of law dan menilai evaluasi kinerja program Satu Hati tidak transparan, bertentangan dengan idealisme, Statuta UKSW, serta peraturan kepegawaian. Padahal, pimpinan FH yang diberhentikan dinilai telah menunjukkan prestasi.

Di tengah dinamika ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) UKSW juga menunjukkan sikap tegas. Melalui surat pernyataan sikap resmi (setelah rapat 6 dan 9 Mei 2025), FISKOM menyerukan empati, kepedulian, dan mendesak pimpinan universitas menyelesaikan konflik sebelum 16 Mei 2025. FISKOM mendukung upaya pencarian solusi sesuai aturan dan nilai Kristiani, mendukung pernyataan Senat Universitas yang mendesak penyelesaian bijak dan adil sebelum 16 Mei 2025, mendukung sikap Lembaga Kemahasiswaan FISKOM, dan menyampaikan kepedulian alumni Sosiologi FISKOM. FISKOM juga menyoroti perlunya peninjauan kembali Tata Kelola Lembaga mengacu pada Statuta UKSW 2016.

Hingga berita ini ditulis, dialog terbuka yang diminta mahasiswa belum terlaksana, dan Gedung Administrasi Pusat masih tersegel. Tekanan dari berbagai elemen kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga alumni dan senat fakultas, serta seruan dari salah satu pendiri universitas dan yayasan, terus meningkat. Pertanyaan besar yang menggantung adalah, di tengah gejolak yang kian memanas ini, sudah adakah jalan keluar yang akan diambil pimpinan UKSW demi memulihkan kondusifitas dan menjaga marwah universitas?

(Kontributor : BW – Alumni FH UKSW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun