0 4 min 1 tahun

Beritakampus.id – Salatiga – Menyikapi situasi yang sedang terjadi di lingkungan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Forum Alumni Keluarga Senat Mahasiswa (FASK) UKSW mengeluarkan sebuah ‘Surat Seruan’ tertanggal Jumat, 16 Mei 2025. Seruan ini hadir di tengah ‘kemelut’ yang diwarnai oleh berbagai gerakan penyampaian aspirasi dari sivitas akademika terhadap kepemimpinan Rektor yang dinilai bermasalah.

FASK UKSW sendiri merupakan wadah bagi para alumni UKSW yang pernah aktif menjadi bagian dari Senat Mahasiswa Universitas (SMU). Wadah ini bertujuan untuk menjalin komunikasi, kolaborasi, dan silaturahmi antar alumni SMU, serta menggerakkan mereka untuk berkontribusi pada UKSW dan masyarakat luas. Sebagai wadah alumni, FASK UKSW memandang penting untuk turut bersuara dalam dinamika yang terjadi di alma mater.

Surat seruan tersebut ditujukan kepada berbagai pihak, mulai dari Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), seluruh Senator UKSW, Rektor dan Para Wakil Rektor, Dekan dan Pimpinan Unit, Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan, hingga seluruh Sivitas Akademika dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UKSW.

Dalam seruan tersebut, FASK UKSW menyampaikan delapan poin penting. Poin-poin tersebut mencerminkan keprihatinan serta dorongan agar UKSW kembali pada nilai-nilai dasarnya dan menerapkan tata kelola yang baik.

Delapan poin seruan FASK UKSW meliputi:

  1. Mendorong penghidupan kembali nilai dasar souveneritas, normativitas, aktualitas, dan sosiabilitas, serta visi-misi UKSW, terutama visi magistrorum et scholarium, dalam setiap gerak tata kelola lembaga dan kepemimpinan.
  2. Mendorong penguatan posisi Lembaga Kemahasiswaan dengan melibatkan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan mengenai tata kelola dan kebijakan yang berdampak kepada kehidupan Kemahasiswaan.
  3. Mendukung secara penuh berbagai upaya yang dilakukan oleh Lembaga Kemahasiswaan UKSW untuk menegakkan dan menyatakan suara kebenaran moral yang berbasis pada sikap takut akan Tuhan.
  4. Mendorong pelaksanaan berbagai upaya komunikasi yang lebih terbuka dan inklusif melalui berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun di luar UKSW, dalam rangka mencapai penyelesaian masalah dan perumusan pikiran untuk pengembangan institusi.
  5. Mendorong agar Gereja-gereja Pendukung dalam hal ini seluruh Pembina YPTKSW untuk mengadakan dialog terbuka dengan sivitas akademika dan tenaga kependidikan, secara khusus perihal pembahasan ulang substansi Statuta 2016.
  6. Mendorong seluruh insan Satya Wacana untuk merancang ulang dan melaksanakan secara konsisten prinsip serta model Good University Governance (GUG).
  7. Mendorong agar seluruh warga Satya Wacana menghentikan penggunaan istilah “Bunda” dan/atau berbagai terminologi lain yang tidak inklusif, diskriminatif, dan hegemonik yang dapat mengaburkan fungsi, kedudukan, dan peran profesional warga serta pimpinan UKSW.
  8. Mendorong semua pihak untuk senantiasa menjaga proses demokrasi berjalan secara damai, konstruktif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai dasar UKSW.

Seruan ini, menurut FASK UKSW, dimaksudkan untuk mengajak seluruh warga UKSW agar kembali kepada jati diri lembaga yang menekankan proses kehidupan akademik yang inklusif, setara, dan takut akan Tuhan.

Surat seruan ini ditandatangani oleh sejumlah nama yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Ketua Bidang di SMU UKSW dari periode masa bakti 1997-1998 hingga periode 2024, menunjukkan dukungan lintas generasi alumni SMU terhadap seruan ini.

(BW/Red.***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun