0 9 min 2 tahun

Oleh : Nisa Paramasti, S.Li. -Direktur Utama PT. Berita Kampus Mediatama ( beritakampus.id )

Indonesia akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045, tepat saat usai kemerdekaan mencapai 100 tahun. Pada masa itu, Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara adidaya.

Istilah Indonesia Emas pada perayaan Hari Ulang Tahun ke 100 Bangsa Indonesia sebetulnya kurang tepat, karena Peringatan Indonesia Emas pernah dirayakan pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto pada saat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 50 tahun saat itu.

Bahkan Bank Indonesia pada tahun 1995, dalam rangka peringatan kemerdekaan RI ke-50 tahun 1995, Bank Indonesia pada saat itu bekerja sama dengan DHN ’45 menerbitkan uang Rupiah Khusus Seri 50 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Terdapat dua nominal yang dikeluarkan dengan bahan dasar emas.

Nominal terendah bernilai Rp. 300.000 yang mana pada bagian mukanya terdapat gambar muka dari uang ini adalah teks BANK INDONESIA, tahun penerbitan 1995, Lambang Negara Burung Garuda. 50 bintang melingkari gambar utama, dan teks nominal 300000 RUPIAH. Pada bagian belakangnya terdapat gambar Temu Wicara Bapak Soeharto, Presiden Republik Indonesia dengan Masyarakat, Logo DHN-45, untaian 50 butir padi melingkar dan teks 50 TAHUN RI. Pada bagian sampingnya, terpadat lima buah garis di empat tempat yang berbeda, logo Perum Peruri, teks 17 g, serta seri terdiri dari 5 angka. Uang ini berbahan dasar emas dengan kadar 23 karat dan memiliki berat 17 gram.

Nominal selanjutnya adalah Rp850.000. Pada bagian muka uang ini terdapat gambar  teks BANK INDONESIA, tahun penerbitan 1995, Lambang Negara Burung Garuda. 50 bintang melingkari gambar utama, dan teks nominal 850000 RUPIAH. Pada bagian belakangnya terdapat gambar Bapak Soeharto Presiden Republik Indonesia, Logo DHN-45, untaian 50 bintang melingkari gambar utama dan teks 50 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. Pada bagian sampingnya, terpadat lima buah garis di empat tempat yang berbeda, logo Perum Peruri, teks 50 g, serta seri terdiri dari 5 angka. Uang ini berbahan dasar emas dengan kadar 23 karat dan memiliki berat 50 gram. (Lihat link : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/cerita-bi/Pages/Rupiah-Khusus-Seri-50-Tahun-Kemerdekaan-Republik-Indonesia.aspx )

Peringatan 100 tahun biasanya disebut sebagai seratus tahun atau  “centennial” berasal dari kata Latin “centum” (berarti “seratus”) dan “annus” (berarti “tahun”). Ini merupakan tonggak sejarah yang penting, dan sering kali dirayakan dengan acara dan upacara khusus . Istilah ini digunakan untuk menandai selesainya 100 tahun sejak peristiwa tertentu atau berdirinya suatu organisasi. Cent adalah kata Latin untuk 100. Seorang Perwira Romawi bertanggung jawab atas (kira-kira) 100 orang. Ada 100 sen dalam dolar AS atau Euro.

Kita temukan pada centenary dan centennial, kata-kata yang berarti “peringatan 100 tahun atau perayaannya.” Kedua kata tersebut dapat digunakan sebagai kata sifat dan juga kata benda. Kata-kata tersebut pada dasarnya berasal dari kata Latin centum yang berarti “seratus”, tetapi mereka mengambil jalur yang berbeda dalam bahasa Inggris.

Centenary adalah kata tertua dalam bahasa Inggris, yang berasal langsung dari kata Latin centenarium pada abad ke-15. Kata dalam bahasa Inggris mempunyai beberapa arti, termasuk “a Weight of 100 Pound” (arti yang sekarang sudah tidak berlaku lagi) dan “a period of 100 Years” (sinonim dari abad yang juga sudah tidak berlaku lagi dalam bahasa Inggris modern).

Penggunaan lain dari seratus tahun mengacu pada posisi administratif tertentu. Kata ini dulunya berarti “seorang perwira yang memimpin kelompok yang terdiri dari 100 tentara”, karena abad dapat berarti “sekelompok 100 tentara Romawi”. Dalam penggunaan ini, centenary adalah sinonim dari centurion yang lebih dikenal. Demikian pula, centenary digunakan untuk berarti “gubernur dari seratus wilayah,” karena ratus digunakan untuk mengartikan dan “sebuah subdivisi dari beberapa wilayah di Inggris dan Amerika.”

Centennial berasal dari abad ke-18, dan dibentuk dari kata Latin untuk “seratus,” centum, dengan akhiran -ennial berasal dari bahasa Latin annus yang berarti “tahun” dan juga terlihat dalam kata-kata seperti dua tahunan, milenial, dan abadi .

Menarik untuk dicatat bahwa variasi ketiga juga ada: centennium kadang-kadang digunakan untuk mengartikan “suatu periode 100 tahun” seperti halnya millennium berarti “suatu periode 1000 tahun,” dan “peringatan ke-100,” namun penggunaannya berbeda. jarang sekali hanya dimasukkan dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford yang bersejarah.

Penggunaan seratus dan seratus tahun untuk memperingati hari jadi relatif baru: dalam kamusnya tahun 1755, Samuel Johnson hanya mendefinisikan seratus tahun sebagai “angka seratus” seperti dalam “satu abad tahun,” dan Noah Webster menambahkan seratus tahun pada tahun 1828 tanpa Arti dari “ulang tahun” adalah:

  • Terdiri dari seratus tahun, atau menyelesaikan jangka waktu itu.
  • Berkenaan dengan seratus tahun.
  • Terjadi setiap seratus tahun.

Arti “anniversary” untuk centenary dan centennial berasal dari akhir tahun 1700-an, dan kedua kata tersebut berakar secara berbeda di kedua sisi Atlantik: centenary adalah istilah yang lebih disukai dalam bahasa Inggris British dan centennial lebih umum digunakan di Amerika Serikat. Centenary juga diucapkan secara berbeda dalam bahasa Inggris British, dimana daripada /sen-TEN-ery/ diucapkan /sen-TEEN-ery/.

Meskipun ada perbedaan regional, peringatan seratus tahun dan seratus tahun menunjukkan frekuensi yang hampir setara dalam korpus Google Buku, namun, terutama karena perayaan tahun 1976, dua abad lebih sering terjadi dibandingkan dua abad. Negara yang lebih muda tampaknya membuat heboh lebih besar pada hari ulang tahunnya.

Namun istilah “Indonesia Emas” sudah lazim disebut dalam tulisan tulisan saat ini disini, Meski momentum bersejarah tersebut masih terjadi sekitar seperempat abad lagi. Namun, untuk mewujudkannya butuh persiapan matang jauh-jauh hari. Salah satunya, kemampuan eksekusi yang baik.

Sependapat dengan Presiden RI Joko Widodo mengatakan, Indonesia Emas 2045 dapat tercapai dengan perencanaan yang baik dan diikuti dengan kemampuan eksekusi yang baik. Beliau mengatakan,”Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 dibutuhkan smart execusion baik,” Ungkap Presiden Jokowi saat menghadiri acara peluncuran Indonesia Emas 2045 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Juni 2045.

Menurut Jokowi, untuk mencapai kemampuan eksekusi yang baik dibutuhkan sosok pemimpin yang berkualitas. Harus berani dan pandai mencari solusi, terpenting memiliki nyali besar dalam memimpin negara Indonesia.

“Harus diikuti juga dengan smart leadership dan strong leadership untuk mencapai Indonesia Emas 2045 mendatang,” jelasnya

Jokowi menilai, kemampuan eksekusi dan kepemimpinan yang baik inilah yang bisa melanjutkan pembangunan di Tanah Air sehingga mencapai Indonesia Emas 2045.

“Harus adanya keberlanjutan dan kesinambungan. Kalau sudah sampai kesatu, kedua, ketiga sampai bangku SMA harusnya diteruskan sampai Universitas. Jangan kembali lagi ke SD,” terangnya.

Menariknya, Jokowi mengibaratkan kepemimpinan ibarat seperti tongkat estafet. Mantan wali kota Solo itu tidak ingin kepemimpinan seperti meteran SPBU.

“Kepemimpinan ibarat tongkat estafet, bukan meteran pom bensin. Jika meteran pom bensin itu dimulai dari nol. Apakah kita mau seperti itu? Tidak kan? Masa kayak meteran pom bensin,“ujar Jokowi berkelar.

Pentingnya Menjaga Stabilitas Bangsa

Tak ketinggalan, Jokowi juga menyebut pentingnya menjaga stabilitas bangsa supaya Indonesia bisa menjadi negara maju di 2045. Menututnya, tidak ada satu negara di dunia yang mencapai kemakmuran ketika negaranya terpecah dan tidak stabil.

“Tidak akan ada negara maju jika kondisinya terpecah belah. Kisruh terus tidak akan bisa mencapai kemakmuran,” tegasnya.

Selain itu, pembangunan Indonesiasentris menjadi penting. Jokowi menyinggung hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah saat ini.

“Hilirisasi industri sangat penting. Inilah nanti yang melompatkan Indonesia jika hilirisasi berhasil,” terangnya.

Ia mencontohkan, membangun hilirisasi mineral dan ekosistem EV baterai. Bagaimana Indonesia yang hanya ekspor produk mentahan semata.

“selama ini kita hanya ekspor mentahan seperti nikel saja, padahal, bisa jadi prekusor, bisa jadi litium baterai,” pungkasnya.

Dan yang lebih menarik bagi penulis adalah bahwa pada saat menuju usia 100 tahun Indonesia Emas, terdapat bonus demografi.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an. Hal ini harus dimanfaatkan kesempatan ini secara maksimal jangan sampai terlewatkan percuma.

“Bonus demografi yang akan mencapai puncak di Tahun 2030-an adalah peluang besar kita untuk meraih Indonesia Emas 2045, 68% adalah penduduk usia produktif. Di sinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Rabu (15/8/2023).

Menjawab tantangan jaman dan peluang emas untuk generasi muda ini, maka tepatlah bahwa Para Kader PSI harus menjadi GARDA TERDEPAN Mengambil alih Tongkat Estafet Kepemimpinan Nasional menuju Indonesia Emas.

Wisuda Nisa Paramasti, S.Li.

( Penulis : Nisa Paramasti, S. Li., Sarjana Linguistik Fakultas Sastra Jepang Alumni Universitas Darma Persada dan Direktur Utama PT. Berita Kampus Mediatama )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun