0 6 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Memasuki tahun 2024, seperti tahun tahun sebelumnya, Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyelenggarakan Ibadah Syukur Awal Tahun PGI 2024 di Ballroom Grha PGI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (5/01/2024).

Dengan mengambil tema: “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” (Lukas 2: 14), Pdt. Dr. Agus T. Maryanto Ketua Umum Sinode GKMI mengawali Ibadah Syukur Awal Tahun PGI membacakan khutbah dengan bentuk puisi yang merefleksikan bagaimana fungsi gereja gereja dalam menghadapi tahun politik 2024 ini.

 Sekretaris Umum PGI Pdt. Jackelvyn Fritz Manuputty dalam sambutannya di Ibadah Syukur Awal Tahun 2024 mengatakan,” PGI melangkah meninggalkan tahun 2023 dengan penuh Syukur. Pada perhentian ini kita lega dan mengakui, sekalipun perjalanan pelayanan cukup berat sebagai gereja dan bangsa, namun tiba dengan selamat di saat ini dan tempat ini. Allah Tritunggal sudah menolong kita sampai sejauh ini, karenanya pada perhentian ini, sebagai gereja kita patut menyebut Eben Haezer, sampai disini Tuhan menolong kita.” Ungkapnya.

“Pengakuan ini penting bagi kita untuk menapaki tahun pelayanan 2024 di dalam keyakinan bahwa Sang Immanuel akan tetap menuntun kita untuk menghadirkan damai Sejahtera Allah melalui pelayanan kita dalam lingkup Gerakan Oikoumene, maupun dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, mengawali tahun 2024, PGI dan semua gereja anggotanya diperhadapkan pada dinamika politik kebangsaan yang menuntut keterlibatan, dan partisipasi kebangsaan kita sepenuhnya. Pilpres, Pileg, dan Pilkada akan berlangsung sepanjang tahun 2024. PGI memandang bahwa semua even ini adalah sarana konstitusional yang beretika, yakni jujur dan adil, untuk melahirkan pemerintahan yang sah dan legitimate sesuai dengan kehendak rakyat.

“Kami bersyukur bahwa menjelang Pilpres dan Pemilu kali ini, tidak terlihat banyak gejolak di antara kubu-kubu yang berkontestasi. Ruang media sosial kita tidak dibanjiri oleh caci maki, hoaks, dan pelintiran kebencian, sebagaimana terjadi dalam pemilu dan pilpres sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Sekum PGI, sekalipun demikian gereja-gereja diminta tidak berdiam diri untuk selalu menawarkan harapan alternative di tengah situasi dimana kecemasan, ketakutan, dan kekecewaan berkembang. Gereja terpanggil untuk merestorasi harapan dari masyarakat, saat berkembangnya imoralitas akibat perebutan kuasa yang mengingkari martabat kemanusiaan dan kebangsaan.

Dalam kaitan ini, dia melihat amatlah penting bagi gereja-gereja sebagai lembaga moral dan keumatan untuk menekankan signifikansi etika dan moral dalam pelaksanaan Pemilihan Umum, selain kepastian penegakan hukum yang mengatur seluruh proses Pemilu, dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Ketika etika dan moral ditegakkan, warga negara dapat memiliki keyakinan pada integritas sistem pemilihan dan percaya bahwa suara mereka akan dihitung dengan akurat.

“Untuk memenuhi panggilannya di dunia politik kebangsaan, gereja harus berdiri tegak di antara dua ekstrim. Ekstrim pertama adalah sikap acuh tak acuh karena menganggap politik itu kotor, dan karenanya menarik diri dari tanggung-jawab politik. Ekstrim kedua adalah sikap kompromis yang turut melegalkan kebobrokan politik. Pengutusan untuk menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:13-16), secara eksplisit menempatkan gereja Tuhan dan umat-Nya dalam proses menggarami dan menerangi yang tak berkeputusan,” katanya.

Pdt. Jacky menegaskan, tahun 2024 akan menjadi panggung bagi bangsa Indonesia untuk mendefinisikan jalannya sejarah bangsa ini melalui pembangunan peradaban politik yang beradab dan bermartabat. Bersama semua elemen bangsa, PGI terpanggil untuk membangun optimisme bagi kemajuan bangsa ini, mendoakan bangsa ini, dan berpartisipasi dalam semua upaya baik untuk menghadirkan keutuhan dan kesejahteraan bagi masyarakat dan lingkungan hidupnya.

Ketua Pengurus Yakes PGI Cikini yang juga Ketua Panitia Acara Dr. Agustine Teras Narang dalam sambutannya mengatakan,”Terimakasih kepada MPH PGI yang telah memberikan kepercayaan kepada Yayasan Kesehatan (YAKES) PGI Cikini untuk menjadi  panitia pelaksana kegiatan ibadah syukur awal tahun 2024 PGI. Kebanggaan bagi kami seluruh Pembina, pengawas dan pengurus Yakes PGI Cikini yang baru dilantik  pada tanggal 3 November 2023, namun saat ini diberi kesempatan menjadi nyonya dan tuan rumah acara ini.” Ujarnya.

“Sebagai pengurus yang baru kami mohon dukungan dan doanya untuk  dapat melanjutkan tugas tugas yang diberikan oleh PGI kepada kami Pembina, Pengawas maupun Pengurus Yakes PGI Cikini semoga dapat melaksanakan tugas kami dengan baik,” Lanjutnya.

Ibadah Awal Tahun PGI, tidak hanya dihadiri oleh MPH-PGI, staf dan karyawan, terpantau juga hadir perwakilan lembaga dan mitra, Gereja POUK TNI AL Ciangsana hadir dan memberikan pujian oleh Assembly Serafim Kids, Gereja POUK ICHTHUS Bumi Dirgantara Permai Bekasi yang membawakan Paduan Suara, GKPO Halim Perdanakusuma, Akper Cikini,  aktivis lintas iman, Ketua Pengurus Yakes PGI Cikini yang juga ketua panitia acara Dr. Agustine Teras Narang, bahkan juga pejabat pemerintah diantaranya  Menkopolhukam Prof. Mahfud MD., Wamen KLHK Drs. Alue Dohong, Dirjen P2P Kemenkes RI Dr.dr. Maxi R. Rondonuwu, Deputi 2 KSP Abetnego Tarigan, Deputi 1 KSP Febry C. Tetelepta, Ketua Komnas HAM Dr. Atnike N. Sigiro,  Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian, artis dan penyanyi Once Mekel, Direktur BPK Gunung Mulia Nuah Sinuraya.

Menko Polhukam Mahfud MD memberikan sambutan dalam acara Syukur Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) di Graha Oikumene, Jakarta, Jumat (5/1/2024). Dalam kesempatan tersebut Mahfud menyampaikan pentingnya meningkatkan sikap toleransi dan merawat persatuan antar umat beragama serta menghargai perbedaan pilihan dalam pemilu untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Ucapan Selamat memasuki awal Tahun 2024 juga diungkapkan oleh Ketua 1 MPH PGIW Jawa Barat Pdt. Dr. Margie Ririhena yang hadir dalam  Ibadah  Syukur Awal Tahun 2024 PGI,” Selamat memasuki Tahun Baru, tahun 2024 merupakan Tahun Politik. Semoga melalui kegiatan Ibadah Syukur Awal Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh PGI memberikan suasana damai seperti tema natal kita.” Ungkapnya

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Once Mekel Artis dan Penyanyi serta Nuah Berdikari Sinuraya Direktur BPK Gunung Mulia.

Seluruh rangkaian kegiatan Ibadah Syukur Awal Tahun 2024 PGI berjalan dengan baik dan lancar.

(Dharma, Yousi, Carlla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun