0 4 min 1 tahun

Beritakampus.id – Salatiga – Ratusan mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW) Salatiga menggelar aksi demonstrasi pada Jumat (2/5/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap keputusan Rektorat yang memberhentikan Dekan FH UKSW beserta jajarannya secara mendadak dan mengangkat pejabat baru, efektif per 1 Mei 2025.

Demonstrasi dimulai dari area kampus FH UKSW dan dilanjutkan dengan longmarch sejauh sekitar satu kilometer menuju kantor Rektorat di Kampus UKSW Kartini. Para peserta aksi yang kompak mengenakan pakaian hitam menyuarakan aspirasi melalui orasi dan menempelkan selebaran berisi ketidakpuasan mereka.

Koordinator aksi, Rezky Passiuola, menyatakan bahwa demonstrasi dipicu oleh tindakan yang dianggap sebagai kesewenang-wenangan pimpinan universitas. Ia merujuk pada Surat Rektor UKSW No. 140/Rek./04/2025 yang diterima melalui email tepat pada 1 Mei 2025 pukul 00.00 WIB. Surat tersebut menyampaikan serangkaian Keputusan Rektor (SK) tertanggal 30 April 2025 mengenai pemberhentian dan pengangkatan pejabat di lingkungan FH.

“Kami selama ini sudah diam melihat polah pimpinan universitas, namun dengan adanya pergantian dekan dan jajaran, mahasiswa FH satu suara menyatakan menolak,” ungkap Rezky. “Penggantian itu tidak mencerminkan nilai-nilai Satya Wacana yang mengedepankan keadilan dan moralitas,” tegasnya, menyoroti keputusan yang berlaku seketika pada hari libur (Hari Buruh Internasional).

Pemberhentian tersebut didasarkan pada SK Rektor tertanggal 30 April 2025, yakni:

  1. SK Rektor No. 024/KR-Pb/04/2025 tentang Pemberhentian Prof. Dr. Umbu Rauta, SH., MHum. dari jabatan Dekan FH UKSW.
  2. SK Rektor No. 031/KR-Pb/04/2025 tentang Pemberhentian Ninon Melatyugra, SH., MHum. sebagai Kepala Program Studi S1 Ilmu Hukum FH UKSW.
  3. SK Rektor No. 033/KR-Pb/04/2025 tentang Pemberhentian Freidelino PRA de Sousa SH., MHum sebagai Korbid Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Kealumnian (KKK) Fakultas Hukum.
  4. SK Rektor No. 027/KR-Pb/04/2025 tentang Pemberhentian Prof. Dr. Christina Maya Indah, SH., MHum. dari jabatan Kepala Program Studi S2 Ilmu Hukum FH UKSW.

Bersamaan dengan pemberhentian tersebut, Rektor UKSW juga langsung mengangkat pejabat baru melalui SK Pengangkatan (No. 025, 026, 028, 032, 034/KR-Pa/04/2025) yang juga berlaku per 1 Mei 2025. Struktur pimpinan baru FH UKSW adalah sebagai berikut:

  1. Dekan: Prof. Dr. Christina Maya Indah, SH. MHum. (sebelumnya diberhentikan sebagai Kaprodi S2)
  2. Wakil Dekan: Dr. Dyah Hapsari Prananingrum, SH., MHum.
  3. Kaprodi S2 Ilmu Hukum: Dr. Marihot Janpieter Hutajulu, SH., MHum.
  4. Kaprodi S1 Ilmu Hukum: Theofransus L.A. Litaay, SH., LLM., Ph.D.
  5. Korbid KKK: Dr. Jumiarti, SH., MHum.

Rezky menegaskan bahwa aksi protes ini bukan didasari hubungan personal dengan pejabat yang diganti, melainkan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan. “Secara personal kami tidak memiliki keterkaitan, hanya kami tidak ingin ada penyalahgunaan kekuasaan di kampus ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa dampak pergantian ini pasti akan dirasakan oleh mahasiswa, sehingga mereka akan berjuang agar para pejabat yang diberhentikan dikembalikan ke posisinya semula.

Sementara itu, dosen FH UKSW, Krisna Djaja Darumurti, menilai keputusan Rektorat ini tidak hanya berdampak biasa, tetapi juga “memiliki daya rusak” karena dinilai tidak melalui pertimbangan rasional. “Dan ini yang akhirnya disadari oleh mahasiswa hingga kemudian mereka bergerak dan melakukan aksi hari ini,” ujar Krisna.

Ia menambahkan bahwa keputusan mendadak ini berpotensi mengganggu proses perkuliahan dan menciptakan suasana akademik yang tidak nyaman. “Karena tentu setelah aksi ini, akan ada aksi lanjutan… ada suasana tidak nyaman karena pergantian ini,” paparnya. Krisna menyarankan agar Rektor UKSW mencabut SK tersebut demi menciptakan situasi kondusif dan sejalan dengan aspirasi mahasiswa.

Hingga berita ini ditulis pada Jumat (2/5/2025) sore, Rektor UKSW, Prof. Intyas Utami, belum memberikan respons saat dihubungi melalui telepon untuk dimintai konfirmasi terkait aksi dan tuntutan mahasiswa serta dosen FH UKSW.

(Kontributor berita  : Mas Bekti W./Red.***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun