0 5 min 2 tahun

Beritakampus.id – Bogor, Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia  (PWGI) Bersama Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI)  DPD Kota Bogor akan gelar  Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Pada Sabtu, 23 November  2024.

Pdt. Jahenos Saragih, SH., M.Th., MM. Ketua Dewan Penasihat/ Pembina DPP Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) mengatakan,” Untuk mendorong  warga gereja mengembangkan Literasi digital, terutama terkait etika berinternet menjadi sebuah keniscayaan di tengah terus meningkatnya pengguna media digital, selain dampak positifnya, karena meningkatnya jumlah pengguna digital juga berpengaruh pada banyaknya kasus perundungan di dunia maya (cyberbullying), ujaran kebencian, hoaks, dan cybercrime lainnya. Salah satu cara yang kami lakukan yaitu membuat Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja,” Ujarnya kepada awak media (29/09/2024).

Bang Jahenos bersama Ketum PWGI hadiri Pelantikan MUKI DPD Bogor

Bang Jahenos sapaan akrab Ketua Dewan Penasihat PWGI melanjutkan,” Mengapa diadakan Pelatihan Jurnalistik ? karena dengan memahami proses jurnalistik warga gereja akan lebih bijak beraktivitas di internet. Dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ditekankan sekali soal keberimbangan berita /Informasi (Cover Boothside). Sehingga perlu  berpikir, cek dan ricek sebelum share dan  berkomentar di media sosial, sehingga  dapat mencegah terjadinya perundungan di dunia maya. Dan jangan terlalu sering posting, batasi komentar yang tidak penting, batasi penggunaan media sosial, dan jangan mudah terpancing (Cek dan recheck).” Tambahnya.

“Kami juga sedang Membangun Sumber Daya Manusia  (SDM) di gereja gereja untuk dapat menjadi wartawan (Pewarta) sebagai salah satu tugas panggilan Gereja yaitu MARTURIA. Marturia di era digital lebih efektif dengan menggunakan media (Pers) dan media sosial. Kami Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia atau disingkat PWGI mengemban tanggung jawab untuk mengembangkan Literasi digital dan Jurnalisme. Program rutin Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) untuk mengembangkan Marturia/ Pewartaan Digital serta meningkatkan Literasi Digital Warga Gereja salah satunya adalah dengan membuat Pelatihan Jurnalistik. Dan kali ini Kami menggandeng Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) DPD Kota Bogor untuk menyelenggarakan kegiatan ini.”

Sintaraya Damanik Ketua MUKI DPD Bogor

Sintaraya Damanik Ketua DPD Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) DPD Kota Bogor mengatakan,” Apa yang disampaikan oleh Bang Jahenos dari PWGI kami sangat menyambut baik. Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) DPD Kota Bogor siap mendukung kegiatan tersebut. Rencananya kegiatan akan kami adakan di kantor Sekretariat DPD MUKI kota Bogor, Lt 5 Lippo Ekalokasari Bogor, pada hari Sabtu, 23 November 2024 mendatang mulai dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB,” Ungkapnya.

“ Untuk jumlah peserta memang kami batasi maksimal 50 orang supaya efektif. Dan mulai hari ini Minggu 29 September 2024 kami sudah membuka pendaftarannya sampai 1 mingu sebelum hari pelaksanaannya. Bagi yang berminat mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini silakan segera saja mendaftarkan diri kepada panitia,” Pungkasnya.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Indonesia bersama Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) akan menhadirkan 3 orang Narasumber yang sangat kompeten di bidangnya yaitu :

  • Profesor Dr. Ir. Hoga Saragih, MT. seorang pakar IT dan Digital
  • Pdt. Jahenos Saragih, SH., M.Th., MM. seorang Pendeta Senior yang pernah menjabat Ketua Umum PGIW Lampung satu periode dan Ketua Umum PGIW Jawa Barat selama 2 periode, Dosen, Penulis 20 Buah Buku  yang best seller tentang Teologia, Ekonomi dan Manajemen serta Etika.
  • Medi Putra, SH., S.Kom Seorang Wartawan Senior ( Aktivis Pers ) dan penulis, Pemilik puluhan media online, Pendiri Media warta-gereja.com dan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia
  • Ribut Karyono, M.Th. sebagai Moderator Pelatihan
  • Carlla Paulina, S.Th. sebagai Host

Secara terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) Medi Putra, SH., S.Kom menyampaikan bahwa saat ini sangat diperlukan Sumber Daya Manusia untuk menjalankan Misiologi Gereja di bidang Marturia.

Medi Putra mengatakan,” Sesuai visi dan misi didirikannya Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia yaitu Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap Gereja Indonesia untuk mempunyai tim Wartawan Gereja. Kami mempunyai program 1G2W atau satu Gereja memiliki 2 orang Wartawan agar dapat membantu gereja gereja melaksanakan Tugas Marturia di bidang Pewartaan.” Ungkapnya kepada awak media di Kantornya Jl. Ir. H. Juanda Gambir Jakarta Pusat.

“Pada peradaban digital saat ini sangat diperlukan orang orang yang dapat membuat informasi informasi yang positif dan benar. Kami menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Jurnalistik secara continue, terus menerus di seluruh Indonesia untuk menghidupkan Fungsi Pewartaan Gereja. Saat ini SDM pewarta di gereja gereja masih minim, sehingga perlu dibuat program pelatihan jurnalistik yang terus menerus, sistematis dan professional, sehingga akan muncul ribuan orang yang dapat menjadi pewarta gereja di seluruh Indonesia yang memberitakan tanda tanda Kerajaan Allah di dunia Digital, Tagline yang kami dengungkan adalah Membangun Kerajaan Allah Dengan Jurnalisme di Era Digital. Semoga Nama Tuhan dipermuliakan melalui para Wartawan Gereja yang kita bangun bersama ini,” Tutupnya.

(TIM PWGI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun