0 6 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Sehubungan dengan Pemberitaan yang beredar di beberapa media seperti terpublikasi oleh media online diantaranya :

1. klikpendidikan.id,  

2. koran-gala.id

3. dan juga sindonews.com tertanggal Selasa, 30 Juli 2024 – 14:01 WIB ( Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Selasa, 30 Juli 2024 – 14:01 WIB oleh Wahyono dengan judul “7 Kampus yang dinyatakan Belum Kantongi Akreditasi Dari BAN PT Tahun 2024, maka dengan ini kami perlu melakukan klarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deddy Madong SH, M.A. , Wakil Ketua Yayasan STT INTI Bandung,  Pdt. Dr. Amos Sukamto  STT INTI Bandung, Pdt. Dr. Agus Nugroho Kaprodi STT INTI Bandung, Dr. Antonius Natan (Pengurus BMPTKKI) dan Pdt.Ir. Yusak Toto M.A Ketua Majelis Apostolik Sinode GKPB MDC di Media Center Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) Jalan Salemba No. 10 Jakarta Pusat sebagai bentuk klarifikasi dan hak jawab untuk meluruskan pemberitaan yang telah beredar dan faktanya tidak benar.

Deddy Madong SH, M.A. , Wakil Ketua Yayasan STT INTI Bandung mengatakan,” Demi terciptanya kebenaran dan keadilan, agar masyarakat umum tidak keliru dan salah persepsi akan pemberitaan tersebut, kami mengadakan konferensi pers hari ini Selasa, 30 Juli 2024 di Media Center PGI Salemba Jakarta Pusat.” Ujarnya kepada puluhan awak media yang hadir.

Lebih lanjut Deddy Madong mengatakan,” Kami sudah menelusuri alamat kantor redaksi media   klikpendidikan.id, tercatat di websitenya beralamat di Kota Palu Sulawesi Tengah namun ternyata alamatnya tidak ditemukan, kami ingin meminta media tersebut untuk menerbitkan Hak jawab dan hak koreksi seperti yang sudah diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena dampak dari pemberitaan ini sangat merugikan pihak kami dan menyesatkan publik. Apalagi berita tersebut telah di copy paste ulang oleh beberapa media online lainnya tanpa melakukan klarifikasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, sehingga menambah kerugian kami.” Ungkapnya.

“Oleh karena itu hari ini kami hadir di Media Center Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) untuk membuat klarifikasi resmi bahwa Berita tersebut tidak benar, dan berharap agar media media online yang telah menyebarkan berita tersebut untuk ikut mempublikasikan Klarifikasi kami sebagai HAK JAWAB,” Tegas Deddy Madong.

Pdt. Dr. Agus Nugroho Kaprodi STT INTI Bandung mengatakan,” Sekolah Tinggi Teologi INTI Bandung yang berdiri pada tanggal 04 Februari 1991, kurang lebih 33 tahun merupakan Perguruan Tinggi Teologi Nasional yang sampai saat ini telah mengahsilkan banyak pelayan Tuhan yang diakui dan kompeten dalam ilmu kepemimpinan, perintisan jemaat dan penggebalaan Gereja.” Tuturnya.

“Program Pendidikan STT INTI Bandung yang menyelenggarakan Pendidikannya di kota Bandung, begitu memperhatikan kualitas akademis yang berbobot tinggi. Kehidupan Rohani peserta didiknya dapat dipertanggung jawabkan. Begitu juga ketrampilan lulusannya telah menjawab kebutuhan jemaat dan yang tidak kalah penting proses statusnya mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku,” Tambah Pdt. Dr. Agus Nugroho Kaprodi STT INTI Bandung.

STT INTI Bandung telah terakreditasi dengan nomor Akreditasi Nomor : 3342/SK/BANPT/Ak.Ppj/S/VIII/2023 berlaku sampai 06 September 2028, selain itu STT INTI akan melaksanakan wisuda pada bulan Agustus 2024 dan pada minggu yang lalu semua ijazah calon wisudawan tersebut telah memperoleh Nomer Ijazah Nasional dari PD DIKTI. Kedua data tersebut menunjukkan bahwa STT INTI Bandung sudah terakreditasi dan bukan seperti yang diberitakan dalam media media diatas,” Lanjut Kaprodi.

“Oleh karena itu pihak STT INTI merasa terkejut dan sangat kecewa terhadap pemberitaan yang tidak seimbang dan tidak akurat yang telah dilakukan oleh media media tersebut diatas, dan STT INTI merasa nama baiknya telah dicemarkan. Oleh karena itu, STT INTI dengan ini menggunakan HAK JAWAB atas pemberitaan yang tidak benar tersebut.” Tandas Pdt. Dr. Agus Nugroho Kaprodi STT INTI Bandung.

Dr. Antonius Natan Pengurus Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia  (BMPTKKI) juga mengatakan,” Sebagai catatan STT INTI telah melakukan proses belajar mengajar sejak tahun 1992 dan selama ini selalu mengikuti peraturan, baik yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, PD Dikti dan BAN PT serta para alumni STT INTI telah melanjutkan Pendidikan Pasca Sarjana di berbagai perguruan Tinggi Negeri serta beberapa orang menjabat sebagai perwira tinggi baik di TNI maupun Polri, hal ini menegaskan bahwa adalah tidak mungkin STT INTI Bandung tidak terakreditasi.

Menutup konferensi pers ini Deddy Madong SH, M.A. , Wakil Ketua Yayasan STT INTI Bandung dan juga selaku Pengacara dari STT INTI Bandung menghimbau agar pihak pihak media online yang telah menayangkan berita mengenai STT INTI Bandung Tidak Terakre3ditasi segera mempublikasi hak jawab dan Hak Koreksi kami sesuai dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Dh.L./ Red.)

Link :

1. https://www.klikpendidikan.id/news/35813223661/inilah-7-kampus-yang-dinyatakan-tidak-terakreditasi-oleh-ban-pt-tahun-2024-termasuk-yang-ada-di-kota-bandung?page=2 ,

2. https://www.koran-gala.id/gala-edu/58713236382/7-kampus-dinyatakan-tidak-terakreditasi-badan-akreditasi-nasional-perguruan-tinggi?page=2 3. https://edukasi.sindonews.com/read/1425715/211/7-kampus-yang-dinyatakan-belum-kantongi-akreditasi-dari-ban-pt-tahun-2024-1722319636 , Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Selasa, 30 Juli 2024 – 14:01 WIB oleh Wahyono dengan judul “7 Kampus yang Dinyatakan Belum Kantongi Akreditasi dari BAN PT Tahun 2024”. Untuk selengkapnya kunjungi:
https://edukasi.sindonews.com/read/1425715/211/7-kampus-yang-dinyatakan-belum-kantongi-akreditasi-dari-ban-pt-tahun-2024-1722319636

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun