0 4 min 2 tahun

Beritakampus.id – Kuala Lumpur, – Pada hari Kamis, 27 Juni 2024 Rombongan Forum Indonesia Menulis (FIM) menggelar lawatan ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL),  Sekolah yang menjadi pusat kebanggaan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia, yang didirikan pada tanggal 10 Juli 1969,  tidak hanya sekedar sekolah biasa, namun menjadi simbol penting dalam diplomasi pendidikan Indonesia di luar negeri, khususnya di Malaysia, dengan pendekatan yang kuat pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut Nerly Riasa Sry Rizki, S.H, S.Pd, seorang guru dari Taman Kanak-Kanak di Medan, kunjungannya ke SIKL membangkitkan kebanggaan terhadap rasa nasionalismenya.

“Saya melihat bendera Merah Putih berkibar di SIKL, sungguh mengharukan. Sebagai anak bangsa, saya bangga Merah Putih berkibar disana. Saya juga bangga saat mengetahui  pengisi suara Susanti dalam serial Upin dan Ipin ternyata berasal dari murid kelas 6 SIKL,” ucap Nerly, yang baru pertama kali mengunjungi sekolah tersebut.

Ahmad Fanani Mosah, S.Ag, seorang pendidik, penyiar radio, dan wartawan memberi apresiasi sebesar besarnya pada SIKL yang dapat menyeimbangkan antara ilmu, teknologi dan nasionalisme kebangsaan.

 “SIKL mewujudkan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam literasi, tetapi juga dalam komunikasi dan adaptasi, khususnya dalam menjunjung nasionalismenya. Saya berkesempatan berdialog dengan murid yang sedang belajar tari, melihat  sendiri fasilitas modern seperti ruang kelas yang dilengkapi teknologi canggih, perpustakaan yang lengkap, laboratorium, serta fasilitas olahraga dan seni.” kata Fanani pada kru media melalui WhatShappnya.

Menurut Yoyok Ardianto, S.E. murid-murid di SIKL tergolong ramah dan santun. Hal ini dirasakan saat Yoyok menjumpai beberapa murid di ruang kesenian dan mengajak berdialog. Percakapan terasa nyaman dan lancar menggunakan bahasa Indonesia.

“Walau sebentar, saya berdialog dengan mereka, beberapa murid Indonesia yang sekolah di SIKL. Mereka sangat ramah dan tidak kehilangan jati dirinya sebagai warga Indonesia. Mereka mengikuti orang tuanya bekerja di Malaysia. Ada yang lahir dan besar di Malaysia dengan budaya serta kultur dari Malaysia, maka hal ini menjadi tantangan tersendiri para guru dapat meng Indonesiakan mereka” tutur Yoyok yang berprofesi sebagai guru dengan tambahan tugas sebagai Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Palas Bulungan Kalimantan Utara.

Dalam pandangan Luluk Wulandari, S.Pd, M.Pd, Dr (Cand) yang saat ini sedang menempuh studi Doktoral di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menemukan pendidikan di SIKL bersifat komprehensip.

“Anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan memperkaya identitas budaya mereka di tengah lingkungan yang beragam secara kultural. Proses internalisasi budaya ini penting untuk memastikan, bahwa mereka tetap terhubung dengan akar budaya Indonesia sambil tetap terbuka terhadap pengalaman dan nilai-nilai baru di tempat tinggal mereka” jelas Luluk  bersama dengan rekan sekerjanya di SMA Negeri  1 Tawangmangu menciptakan sekolah futuristik di Indonesia. Sekolah yang didirikan secara langsung oleh Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng saat itu.

Sedangkan dalam pandangan Dr. Sugeng Prihadi, M.Min, M.Th, rohaniwan dan pegiat budaya dan moderasi beragama di Kabupaten Tegal, melihat dari sudut akreditasi dan pengakuan SIKL.

“SIKL yang berada di Malaysia diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pengakuan dan dukungan juga diberikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpu,r guna memastikan penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional” beber Sugeng. Lebih lanjut katakan, SIKL berperan cukup penting dalam mempertahankan identitas budaya dan pendidikan untuk warga WNI di Malaysia.

Visi yang jelas dan komitmen mutu pendidikan yang tinggi, SIKL terus meningkatkan jaringan antarbangsa dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan generasi muda Indonesia di Malaysia.

Melalui kunjungan ini, para pegiat literasi Indonesia tidak hanya mendapatkan wawasan yang berharga, tetapi juga mengalami sendiri peran SIKL sebagai lembaga pendidikan yang memiliki daya saing global dengan tetap mempertahankan nilai nilai ke Indonesiaannya. (Sugeng Ph)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun