0 4 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Warung Kerukunan Nusantara (WKN)  Mart dan Kedai yang Ke 3 telah dibuka di  Jl. Gading Raya No.9, RT.1/RW.14, Pisangan Tim., Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13230 Sebagai Tempat Merawat Kerukunan Lintas Agama.

Hal ini disampaikan oleh Pak Suharsono selaku inisiator berdirinya Warung Kerukunan Nusantara (WKN)  Mart dan Kedai yang sudah berjumlah 3 buah. Dia mengatakan,” Benar hari ini kita launching Warung Kerukunan Nusantara (WKN) yang ke 3 di Pisangan Jakarta Timur. Di Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga sudah dibuka, dan akan menyusul segera di tempat tempat lainnya.” Paparnya kepada awak media usai kegiatan launching dilakukan.

Lebih lanjut Suharsono mengatakan,” Warung Kerukunan Nusantara (WKN)  Mart dan Kedai hadir untuk merawat kerukunan umat beragama secara lintas agama. Di WKN kami menyediakan tempat nongkrong dan berdiskusi para tokoh agama dan umat, selain kegiatan lintas agama juga bicara mengenai memajukan ekonomi umat dan Pendidikan. WKN dapat menjadi tempat umat beragama memasarkan produk produk mereka. Konsepnya adalah Dimana Kita berada harus menjadi Berkat buat lingkungan,” Lanjutnya.

Menurut penuturan Yohanes Betananda selaku pengelola WKN yang ke 3, saat ini Warung Kerukunan Nusantara (WKN)  Mart & Kedai ke 3 telah  dibuka/operasional pada Hari Jumat, 19 April 2024 pada pukul 14.00 WIB  beralamat di https://maps.app.goo.gl/LvnMHzUgHLCXZpJP9?g_st=awb sebagai salah satu tempat bagi para tokoh agama, tokoh Masyarakat, maupun Masyarakat yang memiliki semangat untuk merawat kerukunan lintas agama dapat berkumpul dan berdiskusi.

Yohanes Betananda mengatakan,” Warung Kerukunan Nusantara sebenarnya sama dengan tempat lainnya, yang membedakan disini yang berkumpul adalah para tokoh umat beragama secara lintas agama dan juga umat untuk berdiskusi dan merawat kerukunan antar umat beragama. Diskusi mengenai hal kerohanian, Pendidikan, juga masalah masalah ekonomi. WKN sebagai tempat silaturahmi yang akan mempererat persaudaraan dan kerukunan.” Terangnya.

Hadir pula Pdt. Hosea Sudarna Ketua Umum Wadah Komunikasi dan Pelayanan Umat Beragama (WKPUB) dalam acara Launching WKN yang ke 3 ini. Beliau mengatakan,” Kami sangat mendukung hadirnya Warung Kerukunan Nusantara yang mengembangkan sikap kebersamaan menuju pada kerukunan antar umat beragama. Dengan adanya tempat seperti WKN Umat dan Para Tokoh Agama dapat duduk bersama dan rukun.” Ujarnya.

Romo Heri Wibowo dari Konferensi Wali Gereja (KWI) juga mengatakan,” Kami dari KWI mendukung penuh perjuangan kawan kawan dalam merawat kerukunan lintas agama. Dengan perjumpaan perjumpaan dapat membawa berkat bagi kita semua, semoga terus berkembang dan sukses. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” Bebernya.

Sementara Pdt. Jimmy dari Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) juga memberikan pernyataan,” Kerukunan umat beragama menjadi penting bukan hanya dalam dialog dialog formal, namun terwujud dalam keseharian. Masyarakat kita yang gemar berkumpul bersama berbagi informasi. Dengan adanya tempat untuk berkumpul dan berdiskusi secara lokal dapat bermanfaat bagi umat antar agama.” Pungkasnya.

Ada program yang menarik yaitu belanja di WKN bisa dapat emas. Apabila ada uang kembalian (recehan) dapat ditukankan dengan emas mulai dari harga 2000 rupiah.

Seluruh kegiatan Launching Warung Kerukunan Nusantara Mart dan Kedai yang ke 3 di Jakarta Timur berlangsung dengan baik dan penuh kerukunan.

(Mas Dharma/ Carlla P.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun