0 6 min 4 tahun

Riau, Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsdya TNI Wieko Syofyan membuka kegiatan Pelatihan untuk Pelatih/ Training of Trainers (ToT) Pematapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Dosen, Guru, dan Widyaiswara di Provinsi Riau Tahun 2022 pada Selasa, 8 Maret 2022.

“Training of Trainers (ToT) pemantapan nilai-nilai kebangsaan ini merupakan sebuah model pelatihan dalam rangka menciptakan pengajar-pengajar di bidang nilai-nilai kebangsaan yang memiliki semangat dan kompetensi yang tinggi,” kata Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsekal Madya TNI Wieko Syofyan yang hadir mewakili Gubernur Lemhannas RI (8/3).

Kegiatan TOT ini dilaksanakan selama 11 hari, diikuti oleh 100 peserta dan dimulai sejak 8 Maret 2022 bertempat di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Tema yang diangkat adalah “Implementasi Nilai-nilai Kebangsaan yang Bersumber dari 4 (Empat) Konsensus Dasar Bangsa dapat Meningkatkan Kualitas Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.

“Harapannya dapat terwujud satu pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa pada masyarakat, khususnya para peserta didik, serta mampu mengimplementasikannya,” kata Wakil Gubernur Lemhannas RI.

Lemhannas berharap melalui pelatihan ini dapat terjadi sinergi yang membantu para dosen, guru dan widyaiswara pada lembaga diklat untuk mewujudkan penyelenggaraan proses belajar mengajar yang berkarakter kebangsaan secara lebih efektif, inovatif dan kreatif, sehingga dapat menyentuh rasa kebangsaan setiap peserta didik.

“Hal ini sekaligus juga membantu Bapak dan Ibu dalam melaksanakan tugas membangun karakter bangsa sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri negara (founding fathers),” tutur Wakil Gubernur Lemhannas RI.

Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Prasetya Nugraha sebagai ketua penyelenggara menyebutkan bahwa kegiatan ini ditujukan agar para pendidik yang terdiri dari perwakilan guru, dosen, dan widyaiswara untuk mampu memiliki keahlian, keterampilan, dan wawasan yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan, serta dapat menjadi fasilitator yang handal.

Hadir pula Gubernur Provinsi Riau Drs. H. Syamsuar, M. Si. yang turut memberikan sambutannya. Sejalan dengan Lemhannas, Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar berharap agar pelatihan ini mampu menyamakan visi untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045. “Harapan saya agar widyaiswara di Provinsi Riau masuk ke pondok-pondok pesantren untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan karena berdasar data di Provinsi Riau terdapat sekitar 352 pondok pesantren,” lanjut Syamsuar.

Pembukaan dihadiri pula oleh Kapolda Provinsi Riau, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, perwakilan dari Korem, Lanal dan Lanud, Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau, Wakil Rektor I Universitas Islam Riau, serta beberapa pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Provinsi Riau.

Materi yang didapatkan peserta yaitu terkait dengan memperkuat kemampuan mengelola keahlian, keterampilan dan wawasan, agar tidak semata-mata memberikan materi pembelajaran dengan baik, menjadi fasilitator yang handal, guna mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak sehari-hari, dalam rangka pembentukan kepribadian ke-indonesia-an yang berwawasan kebangsaan pada setiap peserta didik. Dalam pelaksanaan pelatihan ini, digunakan metode pendidikan untuk orang dewasa (andragogi) dalam rangka meningkatkan efektivitas pemantapan nilai-nilai kebangsaan, yang dikemas sesuai kebutuhan dosen, guru dan widyaiswara sesuai dengan tempat peserta bertugas.

Kegiatan ToT dilakukan dengan menggunakan metode pemantapan melalui ceramah, diskusi, pembinaan peserta, praktek mengajar, dan outbond. Nantinya, peserta akan mendapatkan materi terkait 4 konsensus dasar bangsa yang terdiri dari materi utama yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, serta materi dasar yaitu Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Kepemimpinan Nasional dan Kewaspadaan Nasional, juga dan materi penunjang yaitu Pengantar Nilai-Nilai Kebangsaan, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter Bangsa, dan interpersonal skill.

Wakil Gubernur Lemhannas RI Peringatkan Kondisi Ketahanan Daerah Provinsi Riau

Provinsi Riau, masuk dalam salah satu zona kuning pengawasan dari Lambaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI), dari 34 Provinsi Riau berada di posisi 19 pengawasan Lemhannas. Di daerah perlu diwaspadai, dalam pengukuran ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsekal Madya TNI Wieko Syofyan, usai memberikan pengarahan kepada peserta Training of Trainer (ToT), kepada dosen, guru-guru di lingkungan Provinsi Riau, Selasa (7/3).

“Sebenarnya Provinsi Riau ini bukan dalam provinsi, atau ketahanan daerah yang rawan. Provinsi Riau ini di dalam ukuran ketahanan nasional kita ada di urutan ke-19 dari 34 provinsi di Indonesia,” ujar Wakil Gubernur Lemhannas.

Dijelaskan Wakil Gubernur Lemhannas, Riau berada dalam posisi kuning dianggap sebagai daerah yang masuk dalam kawasan berhati-hati. “Perlu diberikan pengertian tentang Lemhannas sesuai dengan amanat proklamasi. Apalagi di zaman modern yang dipenuhi dengan dunia informasi teknologi yang cepat menerima berita-berita, yang tidak sesuai dengan tujuan proklamasi,” kata Wakil Gubernur.

“Di dalam ukuran Lemhannas itu warnanya ada kuning, itu ada warna hijau, kuning dan sampai terakhir itu adalah merah, merah itu artinya waspada. Nah kalau yang kuning ini baru sebatas kita harus hati-hati, penilaian di Provinsi Riau ini dari lembaga pengukuran ketahanan nasional Riau posisi seperti itu,” tegasnya.

Marsdya TNI Wieko Syofyan harapkan bahwa masyarakat tidak boleh melupakan sejarah kita. “Perkembangan zaman dan teknologi serta komunikasi harus diimbangi dengan pengetahuan sejarah yang kita miliki. Kalau tidak kita waspadai akan menyimpang dari sasaran tujuan Proklamasi kita,” tegasnya lagi.

Narahubung : Endah (081316072186) / Maulida (082229125536)

Biro Humas Lemhannas RI
Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110
Telp : 021-3832108/09
http ://www.lemhannas.go.id
Instagram : @lemhannas_ri
Facebook : lembagaketahanannasionalri
Twitter : @LemhannasRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun