0 7 min 1 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) adalah organisasi yang beranggotakan wartawan dan jurnalis yang bekerja di bidang agama, khususnya Kristen dan katolik secara lintas denominasi, di Indonesia. Berikut adalah beberapa informasi tentang PWGI:

Sejarah

PWGI didirikan pada tahun 2022 oleh sekelompok wartawan dan jurnalis kristen yang memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pemberitaan agama di Indonesia.

Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) yang digagas oleh Medi Putra, SH., S.Kom  alumni  Fakultas Teologia Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Angkatan tahun 1988 ini pada 14 Agustus 2024 mendeklarasikan berdirinya PWGI.

Berikut isi lengkap deklarasi bedirinya Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia yang ditandatangani di Jakarta, 14 Agustus 2024 oleh 9 orang Dewan Pendirinya.

DEKLARASI PERKUMPULAN WARTAWAN GEREJA INDONESIA

( P W G I )

Perkumpulan  Wartawan  Gereja Indonesia atau disingkat dengan PWGI adalah Perkumpulan Para Wartawan Gereja yang bergerak di bidang Marturia secara khusus  untuk ikut ambil bagian membangun Kerajaan Allah dengan Jurnalisme di era digital.

Sebagai dasar teologis “Membangun Kerajaan Allah dengan Jurnalisme”, Pertama tama kami mengutip Injil LUKAS 1: 1- 3 dan bagaimana menghadirkan Tanda Tanda KERAJAAN ALLAH sebagai Kerygma (Pewartaan) yang seharusnya dilaksanakan oleh Gereja di era digital sebagai berikut :

Lukas 1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,

1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.

1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,

Dasar teologis yang kedua , Perintah untuk mem-BERITA-kan Injil atau yang sering disebut dengan Amanat Agung Yesus Kristus adalah perintah Yesus yang terakhir, ditulis di

  • Matius 28:19-20 : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
  • Markus 16:15-18: Lalu Ia (Yesus) berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Menterjemahkan ulang misiologi di era digItal dalam tugas panggilan MARTURIA, kami Perkumpulan  Wartawan Gereja Indonesia bersama sama berkumpul membentuk wadah bagi gereja gereja untuk mempublikasikan kegiatan – kegiatannya melalui website online yang kami beri nama warta gereja dan jaringannya. Ada sekitar 100 media online “samping” yang kami miliki) untuk bersama sama dapat menjadi sarana bagi pewartaan (publikasi) gereja.

Kami Wartawan Gereja Indonesia adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional dan kompeten  untuk secara bersama sama membuat rilis pemberitaan yang berisi unggahan unggahan di media media cetak maupun media online dan media sosial tentang Kasih Damai Sejahtera Kristus dan Karya Penyelamatan Umat Manusia oleh Tuhan kita Yesus Kristus serta menghadirkan “Tanda Tanda Kerajaan Allah di Era Digital”. Memberikan konten tentang Spiritualisme Kekristenan di dunia maya yang sangat heterogen dan cenderung bersifat negative karena tidak terkontrol.

Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia bekerjasama dengan Gereja Gereja di seluruh Indonesia untuk membangun Sumber Daya Manusia yang nyata dengan membuat PROGRAM 1 Gereja  memiliki minimal 2 Orang Wartawan Kristen (1G2W) yang professional sesuai dengan kaidah kaidah penulisan jurnalistik yang diatur oleh Undang Undang No. 40 tahun 1999 Tentang Pers untuk mengembangkan Tugas dan Fungsi sebagai MARTURIA (Kesaksian)  menjadi Pewarta Gereja. Para Wartawan Gereja ini akan bertugas membuat  publikasi kegiatan  kegiatan  gerejanya yang akan dipublikasi di website wartagereja.co.id dan jaringannya, sehingga gereja gereja dapat ikut berpartisipasi secara konkrit memberikan informasi informasi gereja kepada publik (Influence)  sebagai fungsi Marturia secara sistematis dan bersama sama.

(Amanat Dewan Pendiri Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia/PWGI)

DEKLARATOR :

  • Medi Putra, SH., S.Kom (Gereja Kristen Jawa/ GKJ – Profesional Pers)
  • Pdt. Jahenos Saragih, SH., M.Th., MM. (Gereja Kristen Protestan Simalungun/ GKPS)
  • Carlla Paulina, S.Th. (GBI)
  • Kolonel (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT. ( Kaprodi Teknik Geomatika Unjani)
  • Pdt. Dr. Sugeng Prihadi, S. Th, M. Min, M. Th. (Gereja Kristen Jawa / GKJ Slawi)
  • Pdt. Hosea Sudarna, S.Th. (GKJ Jakarta)
  • Pdt. Dr. Andi Eduarto Silalahi (Rektor STT Arrabona – Gereja POUK)
  • Ribut Karyono, M.Th.
  • Pdt. Johanes Imanuel Tuwaidan, SH., M.Min.

Kegiatan PWGI

  • Pelatihan Jurnalistik: Mengadakan pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan keterampilan wartawan gereja dalam menulis berita, artikel, feature, dan reportase.
  • Seminar dan Workshop: Mengadakan seminar dan workshop tentang isu-isu  actual terkait dengan jurnalistik dan media Kristen.
  • Diskusi dan Dialog: Mengadakan diskusi dan dialog tentang peran media Kristen dalam masyarakat.
  • Advokasi: Melakukan advokasi untuk melindungi hak-hak wartawan gereja dan memperjuangkan kebebasan pers.
  • Publikasi: Menerbitkan media cetak atau online yang berisi informasi dan berita tentang kegiatan PWGI serta isu-isu actual lainnya.

Siapa Saja yang Bisa Bergabung?

Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia  atau PWGI terbuka bagi siapa saja yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis Kristen, baik yang bekerja di media cetak, online, radio, maupun televisi. Selain itu, PWGI juga terbuka bagi mereka yang memiliki minat dan bakat dalam jurnalistik serta ingin mengembangkan diri di bidang ini.

Mengapa Bergabung dengan PWGI?

  • Meningkatkan Kompetensi: Melalui pelatihan dan seminar, anggota PWGI dapat meningkatkan keterampilan jurnalistik mereka.
  • Memperluas Jaringan: Bergabung dengan PWGI memungkinkan anggota untuk berinteraksi dan membangun jaringan dengan wartawan gereja lainnya dari seluruh Indonesia.
  • Berpartisipasi dalam Pelayanan: Melalui PWGI, anggota dapat berkontribusi dalam pelayanan melalui media Kristen.
  • Mengembangkan Diri: PWGI memberikan wadah bagi anggota untuk mengembangkan diri dan potensi mereka di bidang jurnalistik.
  •  

Pengaruh

Perkumpulan  Wartawan  Gereja Indonesia atau disingkat dengan PWGI memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pemberitaan agama di Indonesia. PWGI juga telah berkontribusi dalam membangun jaringan wartawan dan jurnalis agama di Indonesia dan mempromosikan kebebasan pers dan kebebasan beragama di Indonesia.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi lebih lanjut tentang PWGI, Anda dapat mengunjungi situs web https://pwgi.org/ dan  atau menghubungi pengurus PWGI melalui kontak yang tersedia di 085282276227 dan 081381773839 serta email : sekretariat@pwgi.org

 (Team Wartawan PWGI/ Dh.EL/Red.***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun