0 8 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Persatuan  Inteligensia  Kristen  Indonesia (PIKI) merayakan Dies Natalis yang ke-61 tahun pada hari Kamis, 19 Desember 2024 bertempat di Kampus I Ukrida Jakarta Barat.

Perayaan Dies Natalis PIKI ke 61 dirayakan bukan hanya secara offline di kampus Ukrida, namun digelar juga secara online yang dapat diikuti oleh seluruh anggota PIKI maupun masyarakat  di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara  kegiatan Perayaan Hari Ulang Tahun Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) yang ke 61 diawali dengan Ibadah pembukaan yang dilayani oleh Pdt Johny Alexander Lontoh, Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Jakarta Pusat. Ibadah Syukur Hut Ke-61 Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia mengangkat tema : TEGAKKANLAH KEADILAN ! (bdk. Mazmur 145 : 17 “TUHAN itu adil dalam segala jalan – Nya dan penuh kasih setia dalam segala Perbuatan Nya “)

Dies Natalis Ke 61 PIKI dilanjutkan dengan Upacara Nasional  yaitu Menyanyikan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta kemudian Upacara Organisasi.

Upacara Organisasi  dibuka dengan Pembacaan Pembukaan AD/ART PIKI yang dilanjutkan dengan Laporan Perkembangan DPP PIKI 2020-2025 Pdt. Dr. Audy WMR Wuisang, S.Th. S.Kom, Sekretaris Jenderal PIKI.

Sambutan Ketua Dewan Penasihat DPP PIKI, Bapak Baktinendra Prawiro,” Hari ini kita merayakan Dies Natalis ke 61 tahun PIKI dengan jumlah yang hadir secara onsite yang paling sedikit, mungkin karena kondisi alam yang sedang kurang bersahabat ya. Kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ukrida yang telah menyediakan tempat untuk PIKI merayakan dies natalis kali ini, terimakasih Bu Mina, terimakasih kepada Yayasan yang telah begitu baik hati,” Ungkapnya di awal sambutan.

“Sore hari ini saya mendapat kabaik duka, wafatnya Pdt. Dr. Judo Purwowidagdo, mantan rektor Universitas Kristen Duta Wacana dan juga pernah menjadi rektor di Ukrida, mengenang beliau yang juga merupakan inteligensia Kristen yang kiprahnya sangat banyak terutama ikut dalam penanganan konflik di poso, juga pada masa pensiun di Yogya beliau masih berkiprah di Yayasan yang brorientasi Resolusi Konflik Studi bersama Bapak Sabam Sirait dan rekonsilisiasi korban konflik maluku utara. Dan sesuai dengan tema Hut Ke-61 Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia: TEGAKKANLAH KEADILAN!, saya berharap ke depan PIKI terus berjuang mewujudkannya.” Pesan Ketua Dewan Penasihat DPP PIKI, Baktinendra Prawiro dalam sambutannya.

Sambutan dari Direktur Pelaksana Yayasan Universitas Kristen Krida Wacana oleh Ibu Dr. Dra. Mina Sulastri Nyotowijoyo, MS. Mengatakan,” Sebagai tuan rumah rasanya kurang pas kalau kami tidak memberikan sambutan, dan terimakasih, kami merasa terhormat bahwa PIKI memilih aula kami untuk menyelenggarakan Dies Natalis ke 61 tahun.  Kami menyapa Bapak Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty, Ketua Umum PGI, Ketua Dewan Kehormatan DPP PIKI, Ketua Dewan Penasihat DPP PIKI, Bapak Baktinendra Prawiro, Ketua Dewan Pakar DPP PIKI beserta jajaran, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia beserta jajaran, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia beserta jajaran, Ketua Umum Ikatan Keluarga Cendekiawan Budhis Indonesia beserta jajaran, Ketua Umum Ikatan Sarjana Katolik, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama beserta jajaran serta para tamu undangan dan hadirin sekalian. Dan last but not least, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PIKI,  Ibu Dr. Badikenita br Sitepu, SE., SH., S.Kom” Sambutnya.

Dr. Dra. Mina Sulastri Nyotowijoyo, MS. Direktur Pelaksana Yayasan melanjutkan,” Tantangan penyelenggaraan Pendidikan tinggi saat ini sangatlah tidak mudah. Fakultas Kedokteran Ukrida yang merupakan fakultas inti memiliki competitor yang makin banyak saat ini. Kepada PIKI kami berharap dapat dibangun kerjasama yang sinergis untuk mencerdaskan anak anak didik kita. Kami berdoa kiranya PIKI semakin diberkati dan berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat dan dunia.” Tutupnya.

Acara selanjutnya Orasi Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Bapak Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty, penerima “Peacemakers in Action Award” oleh Tanenbaum Center for Interreligious Understanding, New York City, tahun 2012.

Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty Ketum PGI Periode 2024 – 2029 mengatakan,” Problem utama saat ini adalah bagaimana memberikan pemikiran pemikiran yang bernas tentang menavigasi tantangan sosial ekonomi politik bangsa, bagaimana kita menavigasi gereja di tengah tengah ancaman kehancuran lingkungan ekologi dan lain lain, bagaimana kita menavigasi gereja di tengah tengah ancaman degradasi dan dehumanisasi yang betul betul sudah dalam tahap status mengkhawatirkan sekarang ini, bagaimana kita menavigasi gereja untuk tetap menjadi sahabat dan tetap kritis di tengah tantangan dan dinamika sosial politik di bangsa ini.” Dalam orasinya.

“Kami PGI di salemba 10 setiap saat membuka ruang bagi kita untuk bercakap cakap sepulang kerja, komunitas jaringan lintas agama telah menyambut gagasan ini. Kita ingin membangun kembali ekosistem yang hilang selama ini, dari sebuah percakapan yang betul betul bernas, percakapan dari kaum inteligensia Kristen sehingga ekosistem yang kita bangun bisa menginstalasi kader dan bisa menginstalasi agen sebagaimana yang disampaikan oleh Mas Baktinendra Prawiro tadi. Kita bisa membangun agen inteligensia Kristen kembali yang saat ini sudah semakin sedikit.” Ungkap Bung Jacky panggilan akrab Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty Ketum PGI Periode 2024 – 2029.

Sebelum puncak acara Pidato Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PIKI,  Ibu Dr. Badikenita br Sitepu, SE., SH., M.Si ditampilkan persembahan pujian dari Paduan Suara Naviri.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Dr. Badikenita br Sitepu, SE., SH., M.Si mengatakan,” Menanggapi sambutan Ketua Umum PGI untuk kembali membangun ekosistem dan agen inteligensia Kristen, kami dari PIKI siap mendukung dan menjadi bagian dari diskusi yang tadi disampaikan Pak Ketua Umum PGI tadi. Justru tadinya kami ingin minta supaya dapat diajak duduk bersama bercakap dan berdiskusi yang mendalam dengan PGI.” Ujarnya.

“Perjalanan PIKI dalam tahun 2024, dari 38 provinsi, puji Tuhan PIKI sekarang sudah ada di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Di awal tahun 2025 di bulan Januari nanti, setelah PIKI Jawa Barat akan dilantik kepengurusan yang baru maka kami akan melakukan MoU dengan beberapa kementerian. Mengakhiri tahun 2024 kami menyampaikan akan ada revisi nomenklatur dari nama nama bidang sesuai dengan yang ada di kementerian pada pemerintahan yang baru Pak Prabowo tahun 2024 – 2029. Dan di awal tahun nanti bersama dengan jaringan badan dan lembaga lintas agama kita akan membuat refleksi awal tahun bersama,” Ungkap Mbak Putri sapaan akrab Dr. Badikenita br Sitepu, SE., SH., S.Kom Ketua Umum PIKI.

Lebih lanjut Dr. Badikenita br Sitepu, SE., SH., S.Kom Ketua Umum PIKI juga menyampaikan,”PIKI juga sudah melakukan Pelatihan Pelatihan Digital, kami sudah memulainya di Sumatera Utara. Nanti kita juga akan bersinergi dengan Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI). Hadir disini juga Pak Ribut Karyono, M.Th., Sekretaris Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) yang nanti kita akan berkolaborasi ke depan melakukan pelatihan pelatihan di daerah daerah terkait jurnalistik dan  digitalisasi dan banyak yang akan kita lakukan dengan berharap PIKI bisa menjadi berdampak yang positif bagi gereja dan masyarakat.”Tutupnya.

Di sela sela acara sambutan Ketum PIKI, disampaikan secara online ucapan selamat Dies Natalis ke 61 tahun oleh Luky Purnomo Yusgiantoro, Ketua Umum Baru Ketua Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) yang sekaligus menyampaikan undangan Natal Nasional Tahun 2024 pada tanggal 28 Desember 2024 yang akan dilaksanakan di Jakarta.

Perayaan Dies Natalis Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) yang ke 61 ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.

(RK./ CP./DH.L.**Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun