0 6 min 2 tahun

Beritakampus.id – Bandung, Kebebasan Beragama Berkeyakinan (KBB) di Indonesia selalu menjadi diskursus hangat dan menyita perhatian seluruh elemen masyarakat. Mengingat kerukunan antar umat beragama di Indonesia masih kerap dihiasi oleh kasus-kasus intoleransi dan pelanggaran KBB, seperti penolakan pembangunan rumah ibadah, pembubaran kegiatan keagamaan, aduan penodaan agama maupun kebijakankebijakan yang masih bersifat diskriminatif yang masih terdapat di beberapa daerah yang sangat merugikan umat beragama yang secara kuantitas berjumlah sedikit.

Di sisi lain, tongkat estafet pemerintahan Indonesia dari presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan nama Kabinet Indonesia Maju telah berganti kepada presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan nama Kabinet Merah Putih.

Pergantian pemerintahan tersebut, setidaknya membawa harapan dan angin segar untuk kemajuan KBB di Indonesia. Berkaitan dengan hal itu, menarik untuk dinantikan bagaimana terobosan-terobosan Kabinet Merah Putih dalam membuat kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif.

Sementara itu gerakan masyarakat sipil, NGO (Non Government Organization) juga tidak luput dari semangat mengkampanyekan nilai-nilai toleransi melalui berbagai inisiatif dialog dan kampanye kreatif. Untuk mewujudkan kebebasan beragama berkeyakinan di Indonesia diperlukan upaya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil maupun sebaliknya. Hal tersebut menarik untuk didiskusikan lebih dalam bagaimana kolaborasi yang bermakna (meaningful collaboration) menjadi hal yang perlu diperjuangkan. 

Berkaitan dengan KBB di Indonesia, Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Jabar berupaya mengambil perannya dalam membangun kolaborasi  antara masyarakat sipil dan pemerintah. Sebagai salah satu upaya dalam membangun komunikasi yang bermakna, PGIW Jabar bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan diskusi publik dalam seminar yang bertemakan “Harapan dan Kolaborasi dalam Kemajuan Kebebasan Beragama Berkeyakinan di Indonesia, pada hari, tanggal : Senin, 9 Desember 2024, Waktu  Pk. 08.00 – 15.30 WIB mengambil  tempat di Hotel él Royale  Jl. Merdeka No.2, Bandung – Jawa Barat.

Diskusi publik dalam seminar yang digelar oleh PGI Wilayah Jawa Barat bersama  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dimulai dengan Pembukaan dan Renungan singkat yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Margie Ririhena dengan dasar pembacaan alkitab dari Pengkhotbah 7 : 17 – 18, mengatakan bahwa Fanatisme berlebihan dan fundamentalisme membuat banyak hal yang  bersifat negatif dalam konteks kerukunan umat beragama.  Solusinya, menurut Pdt. Margie harus banyak dilakukan perjumpaan dengan banyak pihak yang beragam, sehingga dapat membuka perspektif moderasi dalam beragama.

Usai renungan singkat seluruh peserta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, lalu Acara Seminar dibuka dengan Doa Bersama Lintas Iman yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Margie Ririhena (Wakil dari Kristen Protestan), Romo Robert ( Katolik), Ustad Yusep Halang (Islam), Dian Tika Sujata (Budha), Dok Ketut Adi Purnama SH., MH. (Hindu) dan Mas Wiwit Yuri Prabomoyo (Penghayat Kepercayaan) yang dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Umum PGI Wilayah Jawa Barat yang diwakili oleh Pdt. Roosevelt Tobing yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PGIW Jabar.

Diskusi publik dalam seminar yang bertemakan “Harapan dan Kolaborasi dalam Kemajuan Kebebasan Beragama Berkeyakinan di Indonesia, dibagi dalam 2 Sesi, yaitu :

Sesi 1  dengan Moderator Pdt. Sains Petter, S.Si., M.Kom. (Desk KBB PGIW)  dan para narasumber yaitu :

  • Pdt. Dr. Albertus Patty, MA. (Gereja Anggota PGIW Jawa Barat), Kebebasan Beragama Berkeyakinan (KBB) di Indonesia sangat perlu dibuat terobosan kebijakan.
  • Wawan Gunawan (Jakatarub) mengatakan sementara itu dialog antar agama berkembang secara natural di masyarakat, namun dialog antar agama masih belum ekspansif, masih urban dan berkutat di level elite saja. Yang berikutnya menyoroti bahwa perdamaian dan keadilan harus berjalan bersama. Karena perdamaian tanpa keadilan tidak mungkin, dan seringkali demi perdamaian keadilan dikalahkan.
  • Asfinawati, S.H. (YLBHI) menyoroti soal KBB dari sisi demokrasi, dia mengatakan kalua demokrasi mundur, maka Kebebasan Beragama Berkeyakinan juga mundur.

Sesi 2  Sub Tema: Peluang, tantangan dan kolaborasi  antar pemerintah & masyarakat  sipil  dengan moderator Yohanes Irmawandi, S.Sos. (Desk KBB PGIW) para narasumber  yaitu :

  • Pdt. Dr. (Hc). Jacklevyn F. Manuputty, M.A. (Ketua Umum PGI terpilih   2024-2029) menyampaikan bahwa relasi antar iman dan advokasi KBB dibangun dengan banyak perjumpaan kegiatan merajut tikar sosial lintas agama, etnis dan perbedaan lainnya. Ibarat gelas yang sudah berisi setengah gelas air, maka sisanya untuk membuat gelas itu menjadi penuh merupakan tugas kita bersama. Semua pihak masih harus terus bekerja untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.  Dialog perdamaian berbasis masyarakat terus dibangun dan menginstalasi aktor yang dapat tinggal dalam ekosistem KBB. Dan tugas kita untuk terus meyakinkan bahwa harapan itu masih tetap hidup.
  • Rafael Situmorang, S.H ( DPRD Provinsi Jabar) melihat KBB dari sisi Filosofi Pancasila dan landasan konstitusi pasal 28 ayat 1 dan pasal 29 ayat 2 UUD 1945. Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan harus terus diperjuangkan masyarakat sipil dan kekuatan kekuatan politik secara bersama sama.
  • Harapan Nainggolan, M.Min, M.Th. (Pembimas Kristen Kemenag  Jabar) Membawakan materi soal Moderasi Beragama dan Civil Society : Sebuah Jalan Baru Menuju Kebebasan dan Berkyakinan Di Indonesia.

Sementara itu Bima Arya Sugiarto, Ph.D. (Wakil Menteri Kementerian Dalam Negeri) yang dijadwalkan hadir rupanya berhalangan, namun beliau sempat menyampaikan ucapan selamat melaksanakan seminar KBB yang dikirimkan melalui Video dan diputar usai sesi kedua berakhir.

Sesi kedua ditutup dengan pembacaan puisi karya Novi YP oleh moderator dan diakhiri dengan foto bersama. (Mas Dharma/ Carlla P.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun