0 7 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Paduan Suara merupakarı salah satu sarana bagi umat berperan aktif dalam pelayanan gerejawi, terutama dalam kegiatan liturgi peribadahan. Dari sudut pandang perayaan peribadahan, paduan suara berperan untuk menyemarakkan peribadahan gereja. Ketika lagu-lagu gerejawi yang merupakan ekpresi dari iman dilantunkan sesuai dengan riotasi dan penghayatan yang benar, maka perayaan ibadah menjadi semakin semarak dan hidup Paduan Suara merupakan bagian dari nyanyian umat, yang bersama-sama dengan jemaat menyemarakkan liturgi gereja.

Paduan Suara juga dapat menjadi sarana bagi umat untuk turut mewartakan ungkapan-ungkapan iman yang tertuang dalam syair-syair nyanyian gerejawi. Syair lagu-lagu yang tertera dalam buku nyanyian atau lembaran-lembaran kertas, ketika dinyanyikan dengan benar dapat menyentuh jiwa umat dan mengingatkan umat akan kebaikan TUHAN.

Paduan Suara Pranagita merupakan salah satu dan berbagai paduan suara yang ada di GKJ Jakarta. Pranagita yang terbentuk pada 14 Februari 2016 lahir dari kerinduan beberapa orang yang ingin secara sungguh-sungguh dan serius berperan dalam pelayanan gerejawi melalui Paduan Suara.

Nama “PRANAGITA” merupakan pemberian dari Pdt. Em. Dr. Kadarmanto Hardjowasito, Th.M., PRANA bermakna energi kehidupan (life force) yang menyatu dengan jiwa dan GITA berarti madah, pujian atau nyanyian. Pranagita mempunyai makna “berpadunya nyanyian pujian yang mengalir dari jiwa” Doa dan harapan yang menyatu dari nama Pranagita adalah agar setiap pribadi yang menyediakan dirinya menjadi bagian dalam Paduan Suara ini semoga diberkati dengan keindahan suara dari jiwa yang rindu memuji kebesaran nama Tuhan.

Tahun 2024 ini Pranagita telah genap berusia sewindu pada 14 Februari 2024. Pengucapan syukur sewindu Paduan Suara Pranagita diselenggarakan pada bulan Oktober, bertepatan dengan Bulan Keluarga dan Bulan Reformasi Gereja Paduan Suara Pranagita mensyukuri besarnya dukungan keluarga dan tumbuhnya rasa ikatan kekeluargaan yang mempersatukan pelayanan mereka. Yang tak kalah penting, roh reformasi gereja yakni Sola Fide, Sola Gratia dan Sola Scriptura, kiranya menjadi pilar semangat untuk terus-menerus memperbaharui jiwa dan pelayanan kami.

Bambang Tugianto Ketua Panitia SEWINDU PADUAN SUARA PRANAGITA dalam sambutannya mengatakan,” Menyambut berkat Tuhan genap sewindu usia Paduan Suara Pranagita, kami menyelenggarakan madah syukur pada hari ini. Meskipun sebenarnya terbentuk pada bulan Februari, Pengucapan Syukur Sewindu Paduan Suara Pranagita kami selenggarakan pada bulan Oktober bertepatan dengan penghayatan Bulan Keluarga di lingkungan Sinode GKJ. Hal ini menjadi momen untuk kembali mensyukuri besar- nya dukungan keluarga dan rasa kekeluargaan yang makin menyatukan pelayanan kami, dan  Kehadiran Bapak/Ibu/saudara dan handai taulan pada hari ini tentu merupakan kehormatan besar bagi kami dan semakin menghangatkan kebahagiaan kami.” Ungkapnya.

Bambang melanjutkan,” Mewakili Panitia, kami sampaikan terima kasih yang mendalam kepada yang terkasih Louis Betrand dan Paduan Suara Anak Colibri untuk partisipasinya di acara Sewindu Paduan Suara Pranagita sehingga menjadi lebih semarak dan penuh sukacita Juga kepada Majelis GKJ Jakarta, para donatur, keluarga besar anggota Pranagita dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Sama seperti indahnya pujian merupakan paduan berbagai nada, demikian juga dukungan berbagai pihak merupakan harmoni keindahan berkat yang patut kita syukuri bersama. Dan pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Pdt. Em. Dr. Kadarmanto Hardjowasito, Th.M. yang dengan wangsitnya memberikan nama Pranagita yang mengandung makna “berpadunya nyanyian pujian yang mengalir dari jiwa”. Doakan agar kami para anggota Paduan Suara Pranagita mampu memuji dengan tulus bagi kemuliaan TUHAN,” Tambahnya.

Dalam  sambutannya Ketua Panitia Sewindu Pranagita mengatakan,” Terima kasih yang mendalam juga kepada Ibu Endang W Hoyaranda yang terus mendukung kami dalam suka duka perjalanan kami sebagai paduan suara. Terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada yang kami kasihi Mbak Itasari Atitungga sebagai Koordinator Paduan Suara Pranagita yang telah mendedikasikan yang terbaik sampai saat ini sehingga Paduan Suara Pranagita dapat sampai di titik ini untuk kemuliaan nama TUHAN.”Lanjut Bambang.

Diakhir sambutannya Bambang Tugianto mengatakan,” Rasa terima kasih yang terdalam juga hendak karni haturkan kepada semua pihak yang telah mensupport Paduan Suara Pranagita dari awal sampai saat ini. Meskipun tidak dapat kami sebut satu persatu, tetapi kiranya berkat kasih Tuhan seriantiasa beserta dengan ibu bapak sekalian, sebagaimana Tuhan menuntun Paduan Suara Pranagita sampai usianya yang ke-8 ini. Kami juga memohon maaf sekiranya di dalam acara ini terdapat kekurangan dan kesalahan, dan kami berharap semoga kesaksian pujian Paduan Suara Pranagita berkenan bagi ibu bapak sekalian, terlebih lagi bagi kemuliaan nama Tuhan.Selamat Ulang Tahun Paduan Suara Pranagita, semakin semangat untuk memuji dan memuliakan sang Khalik Semesta! Tuhan Yesus memberkati kita semua. Terima kasih.” Tutupnya.

Dalam booklet Sewindu Pranagita  Choir yang diterbitkan panitia  disebutkan bahwa Sewindu Paduan Suara Pranagita menjadi momentum bagi Pranagita  untuk mensyukuri banyaknya berkat penyertaan Tuhan dan kesempatan bagi panitia untuk berterima kasih kepada:

1. Majelis Gereja, Ministerium, serta semua organisasi yang berada di GKJ Jakarta.

2 Segenap keluarga anggota Paduan Suara Pranagita yang senantiasa mendukung, mendoakan dan mengijinkan kami berlatih dan melayani.

3. Seluruh warga jemaat GKJ Jakarta

Kami juga ingin mengenang kebaikan-kebaikan TUHAN melalui almarhum Om Santo Hoyaranda, Mas Nyoto, Mbak Cici dan Sarce yang semasa hidupnya menjadi bagian penting dari pelayanan Pranagita.

Acara Pengucapan Syukur Sewindu Paduan Suara Pranagita  yang di gelar Gereja Kristen Jawa Jakarta (GKJ Jakarta) pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024 pada pukul 15.00 – 19.00 WIB didukung oleh Paduan Suara Kolibri dan  Louis Bertrand,

Paduan Suara Pranagita terdiri dari : Inez Latumaerissa (pelatih),  Vicky Andreani (pianis), Debora Christina, Dianita Christiani Renanintyas, Evi Dhamayanti, Imba Purwandari,  Jennie Pentahatining Suci,  Melati Indah Putri Hermadi, Rahajeng Larasah, Sheni Nugraheni Pristiwawati, Theresia Herawati,  Yeni Irawati  sebagai penyanyi sopran,  sedangkan untuk Para Penyanyi tenor antara lain Christian Benvenuto Latumaerissa,  Gunawan, Lilik Martanto,  Sartono. Sementara untuk Penyanyi Bas yaitu Anton Widianto, Bambang Tugianto, Japang  Sajanarko, Mulyo Prihantono,  Raden Hendra Kurnianto, Winfried Ichtussend dan Penyanyi Alto yaitu  Anggi Endiasta, Eka Prihastyani,  Itasari Atitungga, Kristin Wahjuni, dan  Wiwiek Kusumastuti

Acara dibuka dengan Pembukaan dilanjutkan Nyanyian Pembuka dan Doa, serta Renungan Singkat oleh Pdt Ir Yoel M Indrasmoro.

Selanjutnya dilakukan acara tiup lilin dan pemotongan kue  sewindu Pranagita. Dan penayangan Video Ucapan Selamat Ulang Tahun ke 8 dari Pdt. Em. Dr. Kadarmanto Hardjowasito, Th.M. dan Ibu Endang Hoyaranda,lalu Paduan Suara Anak Burung Kolibri, Paduan Suara Pranagita (sesi 1) lanjut dengan  penampilan dari Louis Bertrand.

Usai pengumpulan persembahan, Paduan Suara Pranagita kembali menampilkan tiga lagu yaitu Hai Bangkit Bagi Yesus, Bridge Over the Trouble Water, Live in praise of the Lord lalu ditampilkan slide foto dengan judul As a Family we will serve Him. Acara diakhiri dengan pemberian buket bunga, Doa penutup oleh Pdt. Eunike Trikayasuddhi  dan sesi foto bersama serta Jamuan Kasih. (Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun