0 8 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia berjuang bersama menjadi Laskar Kristus yang mengembangkan MARTURIA DIGITAL untuk Membangun Kerajaan Allah Di Peradaban Digital dengan Jurnalisme.

Dalam kerangka mengembangkan peran dan fungsi Gereja di bidang MARTURIA PADA PERADABAN DIGITAL, Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) https://pwgi.org/ bersama media online Warta Gereja https://warta-gereja.com/ kembali menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024 di Gedung  Juang  Semar Suryakencana Juanda Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A Gambir Jakarta Pusat yang dimulai pada pukul 09.00 – 18.00 WIB.

Kegiatan dibuka dengan Ibadah Pembukaan oleh Pdt. Jahenos Saragih, SH., M.Th., MM. dipandu oleh pembawa acara Carlla Paulina Waworuntu yang juga selaku Bendahara Umum PWGI.

Usai Ibadah pembukaan, para peserta pelatihan diberikan Seragam Pers Warta Gereja yan langsung dikenakan selama kegiatan Pelatihan berlangsung dilanjutkan denga pembekalan Teologis terkait dengan dasar dasar Pewartaan (Marturia) oleh  Pdt. Jahenos Saragih, M.Th., MM. yang mengangkat Tema DENGAR, LIHAT, BACA,TULISKAN DAN LAKUKAN… (DLBTL) !

Menurut Pdt. Jahenos yang juga Ketua Dewan Penasihat PWGI bahwa Inti sari dari ajaran Alkitab (PL,PB) yang 66 Kitab dari persfektif ilmu Komunikasi termaktub dalam DLBTL ini.

“Allah berfirman, manusia mendengar dan menjawab, lalu Firman itu dituliskan, lalu dibaca dan dilakukan oleh umatNya. Artinya Allah berfirman, manusia menjawab, sehingga terjadi komunikasi antara Pencipta dan yang di cipta dan lokasinya ada dan berada di alam ciptaan Tuhan di bumi persada yang kita tempati. Isi  Alkitab memuat sejarah, nubuat dan penggenapan nubuat itu sendiri dan central, pusatnya disebut Kristocentris,” Paparnya.

Pdt. Jahenos Saragih, SH., M.Th., MM. mengatakan,”Pewarta Kristen harus jujur dalam mengemban dan melakukan panggilan dan suruhan  mulia ini dalam bingkai DLBTL dengan penuh integritas, keberanian  dalam prinsip “ya katakan bila ya dan tidak bila tidak” (Mat 5: 37), meskipun untuk melaksanakan perintah ini penuh dengan resiko,” Tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) Medi Putra, SH., M.Si mengungkapkan VISI dan MISI PWGI antara lain yaitu:

1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk menjadi PEWARTA GEREJA yang berfungsi menghadirkan tanda tanda Kerajaan Allah di Era Digital

2. Menyebarkan Konten Konten Positif tentang Kasih Kristus sesuai AMANAT AGUNG melalui Media Online, Media Cetak, dan Media Sosial

3. Menjalin Komunikasi yang erat untuk bersama sama mendampingi Gereja Melaksanakan Tugas MARTURIA (Pewartaan)

4.Ikut berpartsipasi mewujudkan Damai Sejahtera Kristus dengan Media/ Pewartaan.

Ketum PWGI mengajak seluruh komponen Gereja untuk bekerja sama membangun sinergi mengembangkan pelayanan ini. Dia mengatakan,”Untuk merealisasikan pekerjaan pelayanan ini tidak bisa sendiri, kami Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI)  membuka diri untuk seluruh gereja di Indonesia dapat ambil bagian dengan mengirimkan warga gerejanya yang memiliki passion menjadi wartawan/ pewarta bergabung menjadi LASKAR KRISTUS dengan Menjadi Pewarta yang Profesional, Handal dan Terpercaya. Melalui kegiatan Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Indonesia kami sedang membangun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bekerja bagi Tuhan memberitakan Karya Kasih Penebusan Kristus, menghadirkan berita berita yang membawa damai sejahtera, bukan ujaran kebencian apalagi berita berita hoaks dan fitnah. Pelatihan Jurnalistik bagi Wartawan Gereja Indonesia memberikan edukasi dan meningkatkan kemampuan wartawan gereja untuk memproduksi informasi informasi positif dan menyejukkan,” Bebernya dalam penyampaian materi  kegiatan Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Indonesia.

Medi Putra, SH., M.Si pendiri media online Warta-gereja.com dan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) juga menyampaikan materi  mengenai Dasar dasar ilmu jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, UU Pers dan Bagaimana menulis berita.Dia mengatakan,” Menulis berita adalah skill atau keahlian, sehingga yang diperlukan dan sangat penting adalah praktek. Dalam pelatihan jurnalistik wartawan gereja ini, saya hanya akan membahas teori teori jurnalistik sekedarnya saja, untuk teori bagaimana menulis berita banyak kalian cari tutorialnya di google.  Bahkan segala macam teori ada disana. Jadi hal yang penting sekarang adalah mulai dengan berani praktek membuat tulisan.” Paparnya.

“Setelah saya sampaikan materi teori jurnalistik ini, nanti peserta langsung saja melakukan praktek dengan melakukan kegiatan wawancara. Disini  hadir pula Profesor Dr. Ir. Hoga Saragih, MM. Guru Besar di Universitas Bakrie sebagai ahli di bidang Digital/ IT juga Romo Sunardjo Sumargono JD seorang Advokat senior yang akan memberikan materi terkait Hukum Pers. Silakan peserta nanti langsung praktek sebagai wartawan mewawancarai para tokoh tersebut dan kemudian hasil wawancaranya dibuat rilis berita.” Tambahnya.

Ketum PWGI menambahkan, “Nanti hasil liputan wawancara dengan nara sumber tadi ditulis dalam bentuk berita dan akan kita evaluasi bersama untuk menilai apakah tulisan saudara saudara sudah memiliki news value dan layak tayang dengan standart penulisan jurnalistik yang mengandung unsur unsur berita 5W1H. Tidak usah takut salah, lakukan wawancaranya, tulis hasil wawancaranya. Inilah hal mendasar yang wajib dimiliki seorang wartawan,” Pungkasnya.

Romo Sunardjo Sumargono JD. Membawakan materi mengenai Hukum Pers. Romo Sunardjo Sumargono yang biasa dikenal dengan Gelar Spiritualnya sebagai Ki Gelo Bejad mengatakan,” Dari sisi hukum, hal yang penting bagi wartawan dalam menuliskan berita adalah Fakta dan alat bukti. Tanpa ada fakta dan alat bukti maka berita yang ditulis tidak valid karena tidak ada sumber yang bisa dipercaya terkait informasi yang diwartakan. Sehingga sebagai wartawan maka proses pencarian informasi wajib dengan melakukan investigasi. Melihat langsung, melakukan verifikasi terhadap kebenaran informasi yang akan ditulis dan sampaikan informasi yang sesuai Fakta di lapangan sebagai informasi yang faktual,” Jelas Ki Gelo Bejad.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Hoga Saragih, MT. yang memberikan pemahaman bagaimana menulis dengan aman. Menurut Prof. Hoga ada 6 layer (lapisan) yang wajib disadari oleh wartawan, layer 1 sampai dengan 5 berupa benda benda di sekitar kita, mulai dari cahaya, alam semesta, hewan sampai dengan lapisan ke 6 yaitu manusia. Pada layer ke 6 inilah yang apabila disentuh akan memiliki dampak yang rumit, karena berhubungan dengan kompleksitas hidup dan kehidupan manusia dan terkait dengan hukum. “Bebernya.

Usai Pelatihan Jurnalistik, peserta langsung diberi kesempatan untuk melakukan wawancara dengan para narasumber kemudian praktek langsung membuat berita sesuai hasil wawancara yang dilakukan sesuai dengan kaidah jurnalistik dan dievaluasi oleh pemateri.

 Seluruh peserta pelatihan mendapat nilia lulus dan diberikan Surat Tugas sebagai Wartawan Gereja, dibekali pula dengan Kartu Pers, Seragam Pers dan Sertifikat telah lulus Pelatihan Jurnalistik yang siap kembali ke Gereja masing masing untuk membantu Gereja Gereja yang mengutusnya dalam bidang MARTURIA.

Adapun nama nama yang hadir dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Wartawan Gereja Indonesia 19 Oktober 2024 di Gedung Juang Juanda Media Center  Jakarta antara lain :

  • Pdt Maddin Huayan  Pulungan ( Gereja Kristen Maranatha Indonesia ) GKMI
  • Pdt Santy ( Yayasan Komunikasi Bersama )
  • Pdt Marisa Panjaitan ( Bala Keselamatan )
  • Immanuel Cal Vatianto Hia ( Bala Keselamatan ) Devi Wisse Kumampung ( GPIB Petra )
  • Pdt Eko Aiwanto Gereja Kristen Indonesia (GKI Graha Raya)
  • John Sahmat Fredi Purba ( GKPS Harvest )
  • Sortanggiat Purba ( GKPS Harvest )
  • Teguh Basuki H ( GKJ Rawamangun Jakarta)

dan Para Narasumber Pdt. Jahenos Saragih, S.Th, M.Th., MM., Prof. Dr. Ir. Hoga Saragih, MT., Medi Putra, SH., S.Kom,Romo Sunardjo Sumargono JD. serta Carlla Paulina Waworuntu, S.Th. selaku host.

(Team Warta-gereja.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun