0 6 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Tindakan intoleransi masih banyak terjadi di Indonesia yang sudah merdeka 78 tahun silam. Kebebasan beragama masih menjadi persoalan yang tak kunjung usai. Baru baru ini terjadi lagi peristiwa yang viral di media sosial yaitu sosok wanita yang marah-marah dengan melarang ibadah agama di rumah, yang konon memiliki nama Masriwati. Dan beredar kabar bahwa ia adalah ASN yang bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Platform media sosial X atau Twitter awalnya dihebohkan dengan video orang yang marah-marah di depan rumah.

Seperti yang diunggah akun X atas nama @gagal_hijrah pada hari Senin (23/9/2024), sosok wanita paruh baya itu terpantau sedang terlibat adu mulut dengan beberapa orang.

“Izinnya tidak ada,” ujar wanita tersebut, sembari berlari dan memberikan secarik kertas.

Beberapa orang laki-laki yang dihadapi kemudian mengatakan bahwa “Istri bapak yang ganggu kami. Ibadah itu hak kita loh”.

“Iya tapi bukan tempatnya. Tempat ibadah itu harus ada izin. Harus ada izin. Tempat tinggal tidak ada izin. Orang gila aja berhenti,” lanjut wanita yang memakai jilbab kuning itu.

Sementara beberapa orang lainnya menegaskan berdoa tidak perlu minta izin hingga menuding tindakan perempuan itu sebagai intoleran.

Sementara sang pemilik akun menambahkan melalui narasi bahwa nama perempuan tersebut adalah Mas Sriwati, seorang ASN Pemkot Bekasi.

“Namanya Ir Hj Mas Sriwati, ASN pemkot bekasi, Eselon 3 b gol 4a, kabid pemasaran kepatiwisataan, uda ada atensi dr Pemkot Bekasi atas sikap intoleransinya yg memalukan, mari kita kawal, jangan ad lgi, apalagi ASN yg intoleran macam ibu ini,” tulis @gagal_hijrah.

Akun X @KatolikG atau Komunitas Katolik Garis Lucu menuliskan perempuan yang marah-marah dengan melarang ibadah agama di rumah itu katanya berstatus Kepala Bidang Pemasaran Kepariwisataan Disparbud Kota Bekasi.

“Mas Sriwati marah-marah kepada umat Kristiani yang sedang beribadah karena merasa terganggu serta dirinya menanyakan izin penggunaan rumah untuk beribadah,” tulis akun tersebut pada Minggu (22/9).

Sumber yang sama menyebutkan peristiwa terjadi pada pukul 11.00 WIB, hari Minggu (22/9/2024). Lokasinya ada di Perumnas 2 Bekasi, Jalan Siput Raya no. 102, Bekasi Selatan.

Hasil pantauan di lapangan oleh Wartawan Gereja Indonesia rupanya benar telah terjadi tindakan intoleransi yaitu intimidasi pelarangan kebaktian Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kayuringin Kota Bekasi, Minggu, 22 September 2024 oleh seorang wanita berstatus Kepala Bidang Pemasaran Kepariwisataan Disparbud Kota Bekasi.

Ketua UmumPerkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) Medi Putra, SH., S.Kom mengecam keras tindakan intoleransi dan menyesalkan perbuatan intimidasi pelarangan kebaktian Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kayuringin Kota Bekasi, Minggu, 22 September 2024 dan menyatakan akan berupaya untuk mengawal terselenggaranya hak beribadah sebagai hak asasi dari setiap individu dan warga negara.

“Kami akan mengawal kasus tindak arogansi Oknum ASN atas nama Ir. Hj Mas Sriwati yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pemasaran Kepariwisataan di dinas pariwisata dan kebudayaan Kota Bekasi, yang intoleransi untuk segera di beri sanksi tegas.” Ujarnya kepada awak media di kantornya Gambir Jakarta Pusat, 24/09/2024.

Ketua UmumPerkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) Medi Putra, SH., S.Kom menyesalkan tindakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi yang melakukan pelarangan terhadap peribadahan GMIM Jemaat Kayuringin yang telah menciderai prestasi Kota Bekasi sebagai Kota Toleran Kedua di Indonesia.

Ketum PWGI mengatakan,” Kami mendesak penjabat Walikota Bekasi, R. Gani Muhammad agar segera mencopot oknum ASN tersebut dari jabatannya. Hal ini diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban Pj.Walikota Bekasi kepada masyarakat. Dan meminta kepada penjabat Walikota Bekasi agar segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan Surat Keterangan Ijin Sementara Peribadahan GMIM Jemaat Kayuringin, sebagaimana dengan isi Bab V Pasal 18 dan Pasal 19 PBM N0. 9/8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepada Daerah Dan Wakil Kepala Daerah, sebagai bukti komitmen pemerintah terkait toleransi di Kota Bekasi. Serta mengingatkan kepada seluruh pihak agar peristiwa ini tidak disangkut-pautkan dengan agenda politik pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan 27 Nopember 2024 mendatang.” Tegasnya.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Bekasi agar tetap menjaga dan memelihara kerukunan dan kehidupan yang harmonis di antara seluruh warga. Mari kita bangun kerukunan diantara masyarakat kita yang heterogen sebagai bhinneka tungal ika. Salam Kerukunan !!!!

Terpisah, Pj Wali Kita Bekasi, R Gani Muhamad menanggapi aduan warga soal pemberitaan dan video viral di media sosial terkait dugaan intoleransi yang dilakukan oleh seorang oknum ASN di Kota Bekasi.


Pemerintah Kota Bekasi menindaklanjuti dan mengkonfirmasi ASN yang terduga melakukan tindakan intoleransi. Gani pun meminta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti dengan mengedepankan ketentuan dan peraturan yang ada.

“Kami akan segera menindaklanjuti aduan warga, dengan terlebih dahulu mendengar dari Para Pihak mengenai duduk perkara yang sebenarnya,” ucap Gani dalam keterangannya, Senin (23/9/2024).

Dia mengatakan, Kota Bekasi adalah kota yang heterogen, Pemerintah Kota Bekasi terus merajut keharmonisan dan menggaungkan toleransi untuk mewujudkan kota yang damai serta memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pemeluk agama yang ada. Dengan demikian, agar terciptanya rasa aman dan nyaman tanpa adanya perselisihan juga dibutuhkan kesadaran tinggi dari para warga.

“Pastinya kami akan mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangaan dalam menyelesaikan masalah ini. Dalam waktu cepat Pemerintah Kota Bekasi akan menyelesaikan,” tutup Gani.

 (Tim Warta Gereja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun