0 8 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Asosiasi Pastoral Indonesia (API), sebagai lembaga yang menjadi wadah para pelayan pastoral di Indonesia—di tahun ini merayakan usia pelayanan 33 tahun (9 Agustus 1991-2024). Sebagai wujud panggilan pastoral bagi umat, bangsa dan negara Indonesia, peringatan HUT 33th ini mendapatkan momentum bersamaan dengan agenda nasional, Pemilihan Umum Serentak, yang terdiri dari Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah.

API melihat bahwa agenda nasional ini adalah bagian dari keteraturan bernegara yang di ujungnya bertujuan memberikan kesejahteraan bagi bangsa dan negara, terutama anak-anak bangsa di dalamnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi API yang dipanggil untuk menyejahterakan manusia di tengah-tengah keutuhan ciptaan Allah (ref. Pasal 3 AD API). Oleh karenanya maka dalam Peringatan 33 Tahun ini, API menyelenggarakan kegiatan The Indonesia International Pastoral Encounter (INDOPASTER) 2024, yang secara khusus mengangkat tema “Pastoral Ministry for the Welfare of the Nation” (Pelayanan Pastoral untuk Kesejahteraan Bangsa), yang akan diselenggarakan pada Kamis Minggu, 8-11 Agustus 2024, di Kampus Universitas Kristen Krida Wacana, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kegiatan INDOPASTER 2024 ini merupakan bagian dari Program Kerjasama API dengan UKRIDA (Universitas Kristen Krida Wacana); di satu sisi API mengusung tema pastoral bagi kesejahteraan bangsa dan di sisi lain, UKRIDA melaksanakan visi Tri Darma Perguruan Tinggi yang unggul di taraf nasional dan internasional berdasarkan nilai nilai  kristiani.

Penyelenggaraan kegiatan INDOPASTER 2024 ini akan mengusung beberapa dimensi tematis :

1. Pelayanan Pastoral dan Kemajemukan Agama bagi Kesejahteraan Bangsa.

2. Pastoral Ministry for Nation through Politics and Law Affairs.

3. Pastoral Ministry for Nation through Social-Economy and Security Affairs.

4. Pastoral Ministry for Sustainable Environment.

5. Pastoral Ministry for the Needy and Victims (of War, Violence and Disaster).

6. Pastoral Minsitry into Youth Empowerment and Peace.

7. Pastoral Ministry into CPE and Chaplaincy.

Ketujuh bidang utama itu akan dikaji lebih dalam melalui beberapa grup diskusi dengan topik bahasan yang beragam dan aktual. Dengan demikian, peserta akan mendapatkan pembekalan yang cukup untuk melakukan aksi pastoral di tempat kerja maupun pelayanan masing-masing.

Tentu saja pilihan tema tentang kesejahteran bangsa ini sudah dipertimbangkan dengan matang. Apalagi, momentum pemilihan umum serentak yang akan berujung pada terpilihnya para pemimpin bangsa. API terpanggil untuk berkontribusi dalam penguatan dan pemberdayaan umat atau warga negara untuk bersama-sama menjalankan panggilan negara melalui hadirnya pemimpin-pemimpin terbaik yang akan membawa umat/warga menikmati kesejahteraan. Di sisi khusus, para pemimpin atau pemerintah adalah juga wakil  Allah untuk melaksanakan tugasnya di bidang pemerintahan; yang pada akhirnya  bermuara pada kesejahteraan bangsa. Memilih pemimpin terbaik sama artinya dengan perjuangan ke arah yang benar untuk menjamin kesejahteraan rakyat! Tak dapat ditolak, bahwa semakin banyak orang yang terdorong apatis dalam agenda-agenda yang menghadirkan para pemimpin baru, semakin kualitas para pemimpin terpilih dipertanyakan jaminannya berkorelasi pada kesejahteraan umat.

”Pemilihan Umum Serentak tak boleh sekadar dipandang sebagai sebuah agenda nasional; melampaui itu, hal ini adalah panggilan untuk ikut bertanggungjawab pada makna kesejahteraan umat,” tutur John Livingstone Wuisan, selaku Ketua Umum Pengurus Pusat API. John mengemukakan, apatisme atas alasan apapun adalah sebuah kebodohan yang harus diperangi!

Alih-alih aksi apatis, API mendorong segenap umat percaya bahwa sesama anak bangsa dari berbagai latar agama dan keyakinan, agar dapat proaktif menyuarakan suara kebenaran dan keadilan sosial. Individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu yang mengalami penderitaan dan/atau pergumulan hidup menjadi perhatian forum INDOPASTER 2024 ini. Berbagai sudut tinjau adalah sebagaimana  enjadi dimensi tematisnya, yaitu kemajemukan agama; pastoral di bidang politik dan hukum; pastoral pada berbagai kegiatan ekonomi, sosial dan keamanan; pastoral di bidang lingkungan hidup; pastoral bagi mereka yang membutuhkan (entah karena perang, kekerasan maupun bencana); penguatan kapasitas pemuda dan perdamaian; dan pengembangan pastoral untuk CPE dan Chaplaincy.

Dengan makin meluasnya cakupan bidang pelayanan pastoral—tidak hanya melayani pribadi-pribadi, tapi juga melayani masyarakat dan ikut terlibat menangani masalah di tatanan sosial-kemasyarakatan dan lingkungan hidup—maka pembekalan para pelayan pastoral oleh para pakar dari berbagai negara menjadi sangat diperlukan. Apalagi, pelayanan pastoral juga tidak sebatas pada orang atau masyarakat Kristen, namun juga melibatkan orang-orang lintas agama, sebagai insan ciptaan Tuhan. Itulah juga mengapa lembaga-lembaga pastoral, baik yang ada di Indonesia, seperti Asosiasi Pastoral Indonesia (API), dan jejaringnya di tingkat regional dan internasional, yaitu APCPCC (Asia-Pacific Council on Pastoral Care and Counseling) dan ICPCC (International Council on Pastoral Care and Counseling), juga lembaga pastoral internasional di berbagai negara selalu mengadakan berbagai kegiatan pastoral dan saling bekerja sama untuk meningkatkan kompetensi masing-masing lembaga, di samping melengkapi para pelayan pastoral di masing-masing negara.

Para narasumber forum INDOPASTER 2024 ini melibatkan para pakar dari berbagai negara, baik dalam bidang pastoral maupun para pelaku pembangunan sosial dan kemasyarakatan. Beberapa pembicara yang sudah bersedia ikut berpartisipasi, antara lain:

1. Pdt. Dr. Liesje A. Sumampouw, ThM (dosen pascasarjana di beberapa STT dan Ketua Komite Pastoral Pusat API).

2. Rev. Prof. Takaaki David Ito, (professor of pastoral care, Sophia University, Japan and former President of ICPCC (International Council on Pastoral Care and Counseling) / APCPCC (Asia-Pacific Council on Pastoral Care and Counseling).

3. Rev. Prof. Vhumani Magezi, PhD; NSW University, Johannesburg, South Africa; current President of ICPCC, current President of AAPCS (African Association for Pastoral Studies and Counseling).

4. Rev. Dr. J.P. Sabitthi (Director of Counseling Service, Hawaii Hospice, USA; current President of APCPCC).

5. Rev. Stephen Delbridge (Clinical Pastoral Educator in The Austin CPE Centre, CPE Liaison for the Anglican Diocese of Melbourne and a Spiritual Care Practitioner; current President of ANZACPE (Australia – New Zealand Association on CPE).

6. Rev. Dr. Margaretha Hendriks-Ririmase (dosen di Universitas Kristen Indonesia di Ambon; dan Anggota Komite Pastoral Pusat API).

7. dr. Theresia Citraningtyas, MWH, PhD, SpKJ (dosen FK Ukrida; Pembantu Rektor III Ukrida; Anggota Pengurus Pusat API).

8. Pdt. Jackevlyn Manuputty, STh, SFil, MA (Sekretaris Umum PGI).

9. Yowanda Yonggara, SH, MKn (Regional Executive for WSCF [World Student Christian Federation] for Asia-Pacific).

10. Maria Purwanto, SH, MSi(Ketua Pengurus PEPULIH; Anggota Pengurus Pusat API).

11. Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie (Kepala Pusat Perhubungan TNI AD; Anggota Steering Committe).

12. Pdt. Johny Lontoh, M.Min, MTh (Ketua Majelis Jemaat GPIB “Paulus” Jakarta).

13. Ir. Maurits Mantiri, MM (Walikota Bitung; Ketua PIKI; Sekretaris Komite Pastoral Pusat API).

14. Pdt. Dr. Nancy F.L. Tobing (STT Sriwijaya Palembang; Anggota Pengurus Pusat API).

15. Pdt. Mercy Anna Saragih, MSi, CPE Full Supervisor (Anggota Pengurus Pusat API; Task Force CPE API).

16. Prof. dr. Hermie M.M. Tendean, SpOG (dosen FK Unsrat Manado; tenaga medis RSPUN “Prof. Kandouw” Manado; Anggota Steering Committee).

17. Dan lain-lain.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana INDOPASTER 2024, dr. Theresia Citraningtyas, Panitia sangat optimistis bahwa kegiatan akan berlangsung sukses. ”Sebagai Pelaksana, Asosiasi Pastoral Indonesia dan UKRIDA akan mempersiapkan segalanya dengan sebaikbaiknya. Diharapkan, kegiatan ini dapat dihadiri sekitar 300 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri,” kata dr, Citra.

Undangan dan pemberitahuan sudah disebarkan melalui surat elektronik dan media sosial, termasuk dengan website:  http://www.indopasterapi.net/  Pendaftaran pun masih terus berdatangan dari Calon Peserta. Acara INDOPASTER 2024 direncanakan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan dihadiri oleh para pejabat terkait, para pimpinan lembaga, para dosen sekolah tinggi teologi, pimpinan sinode, dan para pelayan serta aktivis gereja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun