0 8 min 2 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Mengemban misi “Membangun Kerajaan Allah Dengan Jurnalisme di Era Digital”, Media Warta-gereja.com kembali menyelenggarakan PELATIHAN JURNALISTIK yang akan digelar pada Hari Sabtu, 08 Juni 2024 di Kantornya Lantai III Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A Gambir Jakarta Pusat.

Medi Putra, SH., S.Kom mengatakan,”Kami saat ini sedang berjuang untuk mengembangkan Tri Tugas Panggilan Gereja terutama di bidang Marturia (Pewartaan). Misiologi Gereja dalam Peradaban Digital perlu disikapi dengan serius dalam tindakan nyata.” Ungkapnya kepada awak media di kantornya Jumat, 24 Mei 2024.

Secara Panjang lebar, Medi Putra, SH., S.Kom menjelaskan Apa itu peradaban digital? Untuk lebih lengkapnya kami ringkaskan berikut ini :

Peradaban digital adalah istilah lain dari era digital. Era digital dimulai dari penemuan media digital komputer, lalu handphone, dan kini internet.

Peradaban digital (digital civilisation) merujuk pada transformasi masyarakat dan budaya yang terjadi sebagai hasil dari penggunaan teknologi digital yang semakin meluas dalam berbagai aspek kehidupan. Ini mencakup perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, internet, komputasi, dan berbagai inovasi digital lainnya yang telah membentuk cara kita bekerja, belajar, berinteraksi, dan hidup sehari-hari.

Ciri Peradaban Digital

Berikut ini beberapa ciri utama peradaban digital yang saya rangkum dari berbagai sumber.

1. Akses terhadap Informasi

Teknologi digital memberikan akses yang lebih cepat dan mudah terhadap berbagai informasi melalui internet. Informasi kini dapat diakses hampir di mana saja dan kapan saja. Lebih dari itu: gratis!

Hanya bermodalkan komputer atau smartphone, kita dengan mudah mengakses beragam informasi aktual layaknya baca koran di era media cetak. Sumber informasi kini bahkan tidak hanya media massa, tapi juga media sosial tempat pengguna internet atau warga berperadaban digital berbagai informasi, pemikiran, opini, bahkan perasaan.

2. Komunikasi Global

Internet memungkinkan komunikasi instan dan global antara individu di berbagai belahan dunia. Media sosial, email, dan aplikasi perpesanan sepert WhatsApp (WA) menghubungkan orang secara langsung, tanpa terkendala oleh batas geografis.

Sebutan desa global (global village) kini kita alami.  “Saling ketergantungan elektronik yang baru menciptakan kembali dunia dalam gambaran desa global,” kata Marshall McLuhan, The Gutenberg Galaxy (1962).

Istilah “desa global” telah digunakan untuk mengungkapkan gagasan bahwa orang-orang di seluruh dunia saling terhubung melalui penggunaan teknologi media baru. Istilah ini diciptakan pada awal tahun 1960-an oleh ahli teori media Kanada, Marshall McLuhan, yang menulis tentang teknologi terbaru pada zamannya, seperti radio dan televisi.

Saat ini, website sering dilihat sebagai media yang paling dekat menghubungkan orang-orang di seluruh dunia, memungkinkan siapa pun yang memiliki koneksi Internet mengetahui apa yang sedang terjadi di seluruh dunia hanya dengan mengklik mouse — dan untuk berkomunikasi dengan individu dan kelompok orang-orang di tempat yang jauh.

McLuhan percaya bahwa media baru telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia secara signifikan, namun ia tidak yakin apakah “desa global” yang baru akan berdampak positif atau negatif bagi masyarakat.

3. Digitalisasi Bisnis

Banyak aspek bisnis telah beralih ke ranah digital. Proses bisnis, pemasaran, dan layanan pelanggan semakin mengandalkan teknologi digital, dan platform e-commerce menjadi populer.

4. Inovasi Teknologi

Peradaban digital ditandai oleh percepatan inovasi teknologi. Kecepatan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak memungkinkan munculnya teknologi baru secara terus-menerus.

5. Pendidikan Digital

Pendidikan secara online dan sumber daya pendidikan digital semakin menjadi bagian integral dari sistem pendidikan. E-learning, kursus online, dan sumber daya belajar digital memberikan akses pendidikan lebih luas.

6. Kemajuan Medis dan Kesehatan Digital

Teknologi digital juga telah memainkan peran besar dalam kemajuan di bidang kesehatan. Dari rekam medis elektronik hingga telemedicine, teknologi mendukung layanan kesehatan modern.

7. Ekonomi Digital

Munculnya ekonomi digital menciptakan peluang baru untuk bisnis dan pekerjaan. Model bisnis baru, seperti platform berbagi ekonomi, crowdfunding, dan cryptocurrency, menjadi tren penting.

Peradaban digital menciptakan peluang dan tantangan baru, termasuk isu privasi, keamanan siber, dan kesenjangan digital. Sementara teknologi digital membawa manfaat besar, penting untuk memahami dan mengelola dampaknya untuk menciptakan masyarakat yang berkelanjutan dan inklusif.

8. Skill Digital

Untuk beradaptasi dengan peradaban digital kita memerlukan skill digital, mulai cara menggunakan media digital seperti komputer dan handphone hingga menjadi content creator.

Menurut UNESCO, keterampilan digital adalah berbagai kemampuan untuk menggunakan perangkat digital, aplikasi komunikasi, dan jaringan untuk mengakses dan mengelola informasi.

Skill digital memungkinkan orang untuk membuat dan berbagi konten digital, berkomunikasi dan berkolaborasi, dan memecahkan masalah.

Keterampilan digital tingkat pemula, yang berarti keterampilan fungsional dasar yang diperlukan untuk menggunakan perangkat digital dan aplikasi online, secara luas dianggap sebagai komponen penting dari serangkaian keterampilan literasi baru di era digital, dengan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung tradisional.

Pada spektrum lanjutan dari keterampilan digital adalah kemampuan tingkat yang lebih tinggi yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan teknologi digital dalam pemberdayaan dan cara-cara transformatif, seperti profesi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK.

“Pertanyaan penting untuk kita tindaklanjuti adalah Dimana Peran Gereja dalam Peradaban Digital ?” Tanya Bang Dharma, panggilan akrab Pendiri warta-gereja.com jebolan Sekolah Tinggi Teologi Duta Wacana Angkatan 1988 ini kepada awak media.

“Gereja harus berperan aktif memberikan konten konten positif di media online (internet) dengan cara mengupload informasi informasi tentang kehidupan gereja, tentang kekristenan, tentang kasih, kepedulian terhadap sesame dan lain sebagainya yang intinya menghadirkan Tanda Tanda Kerajaan Allah di dunia digital. Lalu bagaimana caranya ?” Tanyanya lagi.

“Untuk Membangun Kerajaan Allah di Dunia Digital diperlukan Sumber Daya Manusia-nya yang akan melakukan kegiatan tersebut. Nah, dalam kerangka membangun sumber daya manusia (SDM) ini diperlukan orang orang yang memiliki kompetensi menulis berita (Wartawan) gereja. Kami sedang mengembangkan  Tag-line yang kami sebut dengan 1G2W atau 1 Gereja memiliki 2 Orang Wartawan. Jadi diharapkan setiap gereja, entah apapun denominasinya, diharapkan memiliki  orang wartawan/jurnalis/pewarta agar dapat mengunggah kegiatan kegiatan gerejanya dan diupload ke media di internet,” Bebernya.

“Saat ini kami sedang menyiapkan Pelatihan Pelatihan Jurnalistik untuk Wartawan Gereja di seluruh Indonesia. Kami melatih tenaga tenaga gereja agar dapat menulis berita, kami melatih warga gereja yang memiliki minat menjadi pewarta. Karena tugas Marturia Digital saat ini sangat URGENT untuk dipersiapkan.” Lanjutnya.

“Saya berharap, Para Pemuka Gereja, Organisasi Kristen dan Aktifis Kristen terpanggil bergabung Bersama kami. Dan dalam waktu dekat ini, hari Sabtu, 08 Juni 2024, Media Online Warta-gereja.com akan kembali menyelenggarakan PELATIHAN JURNALISTIK. Kami membuka kesempatan bagi warga gereja yang berminat menjadi WARTAWAN GEREJA dapat ambil bagian di dalamnya.” Pungkasnya.

Pdt. Jahenos Saragih, SH., M.Th., MM. Penasihat media warta-gereja.com menambahkan,”Pelatihan Jurnalistik bagi Warga Gereja memiliki peran yang penting agar Gereja Gereja memiliki tenaga jurnalis (Wartawan) yang aktif dan berkompeten. Saya akan turun langsung memberikan Pelatihan, pembekalan bagi para calon wartawan gereja ini dengan materi yang mudah dipraktekan.” Tambahnya.

“Jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk amnbil bagian menjadi saksi saksi Kristus melalui bidang Pewartaan. Segera hubungi Panitia Pelaksana Pelatihan Jurnalistik ini karena kuotanya terbatas untuk setiap gelombang pelatihan. Karena kami harus safari keliling Gereja Gereja se Indonesia untuk Sumber Daya Manusia Wartawan Gereja,” Tutupnya.

Carlla Paulina selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan,” Silakan hubungi saya di nomer 085282276227 untuk melakukan registrasinya. Setiap peserta akan mendapatkan Kegiatan Pelatihan selama 1 hari, Kartu Pers, Seragam Pers, Surat Tugas, Sertifikat Pelatihan, Akses ke akun website media online warta-gereja.com, makan 1 kali dan coffe break 2 kali selama pelatihan serta dilantik menjadi Wartawan Warta Gereja.” Terangnya.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun