0 4 min 2 tahun

Beritakampus.id – Salatiga – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  93 Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ), di pusatkan di komplek Yayasan Panti Sosial Kristen Salib Putih pada hari Sabtu  (17/2/2024). 

Ketua Badan Pelaksana Sinode (Bapelsin)  GKJ, Pendeta Sundoyo, S.Si, MBA menjelaskan tema HUT GKJ ke 93 Tahun adalah “GKJ MELANGKAH BERSAMA DENGAN SEMANGAT PEMBAHARUAN DAN PEMULIHAN CIPTAAN’. HUT ke 93 ini  dikelola oleh Bidang Kesaksian dan Pelayanan (Kespel) Bapelsin, bekerjasama dengan Klasis Salatiga Selatan dan Yayasan Salib Putih Salatiga.

“Penekanan temanya adalah Pemulihan Ciptaan dengan fokus pada Pemulihan Alam Semesta. Untuk menghidupi tema ini : acara HUT diawali dengan Diskusi Kelompok Terarah (DKT) yang dibagi dalam 3 hal : 1) Pengelolaan Sampah. 2) Usaha Kreatif Keluarga dan Kelompok. 3) Pemanfaatan lahan sempit untuk ketahanan pangan” jelas Sundoyo pada awak media melalui whatsappnya.

Lebih lanjut lagi, Sundoyo memaparkan dari DKT, diharapkan peserta saling berbagi cerita atau sharing, untuk bisa saling menginspirasi dan hal itu dilakukan di wilayah masing-masing. Selanjutnya setelah diskusi berakhir, HUT di tutup dengan ibadah syukur yang dikemas dengan sentuhan seni wayang, tarian dan ketoprak.

“Dalam Ibadah jemaat diajak untuk menghidupi semangat Keugaharian dengan menggunakan pemikiran teks Lukas  3 : 10-14 dan pemikiran Platon, tentang pendidikan irrasional untuk mendidik generasi gereja, sehingga memiliki kemapuan untuk mengatakan cukup pada diri sendiri. Dengan sikap demikian, maka orang bisa menghentikan eksploitasi alam dan kesedian untuk berbagi bagi sesama dan segenap ciptaan” lanjut Sundoyo.

Sementara itu, Sekretaris Bapelsin GKJ, Pendeta Anugrah Kristian, S.Si, M.Si mengatakan, sampai saat  ini Sinode GKJ berjalan bersama sepanjang 93 tahun. Ada pepatah mengatakan kalau ingin berjalan cepat, maka berjalanlah sendiri. Kalau ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama sama.

“Kita telah memilih dan berkomitmen untuk berjalan bersama sama (ber sin hodos). Dinamika dalam kehidupan berjalan bersama sama telah kita lewati sampai sejauh ini.  Maka layaklah kita menaikkan puji dan hormat kepada Tuhan Sang Raja Gereja” ucap Anugrah dalam sambutannya di depan jemaat yang hadir.

Anugrah juga menyebutkan,  GKJ sekarang berjumlah 346 gereja. Sedangkan Klasis  ada 33 klasis. Semua berjalan seiring dengan kondisi jaman. Setiap jaman ada tantangan, dan setiap tantangan ada jamannya. Ada begitu banyak tantangan yang sudah dilewati oleh GKJ.

Dalam HUT  GKJ bergumul memulihkan keutuhan ciptaan Tuhan. Bagaimana alam harus diperhatikkan bersama. Tidak sekedar kita jaga, namun juga dipulihkan. Dibaharui terus menerus, sehingga alam sebagai ciptaan Tuhan menjadi mitra yang baik dalam melanjutkan kehidupan kita ke depan.

Salah satu pengharapan tersendiri dari Pendeta Elizabet Emilia Putri, S.Si selaku pendeta jemaat GKJ Gamping yang  di dewasakan pada tanggal 3 Desember 2023 mengharapkan, semakin bertambah usia, kiranya GKJ tidak hanya memahami diri sebagai organisasi agama yang tersekat oleh kepentingan masing-masing.

GKJ perlu menyadari diri sebagai persekutuan warga jemaat yang bergerak bersama dan guyub menghayati hidup sebagai perjalanan yang terbuka, menjumpai dan dijumpai kepelbagaian serta mengalami hal-hal baru. Setiap bagian GKJ memiliki semangat saling mengisi dan menyempurnakan.

“Orang Jawa memiliki sifat wani ngrumangsani.  Berefleksi, dan merenungkan dalam hal-hal yang dijumpai dengan tenang, sehingga pengalaman tersebut menjadi pembanding bagi dirinya untuk perubahan sikap” ungkap Elizabet yang dalam hidup memiliki moto : Urip iku Urup.

“Kita memerlukan ketahanan dalam menghadapi deraan zaman, sekaligus menyadari perlunya inovasi dan kreativitas dalam persekutuan. GKJ menjadi persekutuan yang menjalankan etika hidup Kristus. Selamat ulang tahun Sinode GKJ  ke-93 tahun. Tuhan memberkati” pungkas Elizabet.

9umregah 3ebarengan sebagai sub tema HUT 93 Tahun Sinode GKJ yang ingin menjabarkan dari tema besar tema Sinode GKJ, merupakan gerakkan yang diharapkan mampu mendorong gereja-gereja  terus menerus bersinergi bersama dengan yayasan, lembaga dan unit dalam mengejawantahkan misi bersama: “Gereja hadir karena karya Kristus bagi pemeliharaan iman dan pewartaan kasih bagi seluruh ciptaan.

Gereja terus diperbaharui berdasarkan firman Tuhan, serta gereja meneladan Yesus Kristus dalam seluruh kehidupannya. Selamat Ulang Tahun ke 93 Tahun Sinode GKJ. Tuhan memberkati. (sugeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun