0 4 min 3 tahun

Beritakampus.id – Bondowoso, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Bondowoso mewarnai Pekan Pemuda tahun 2023 ini dengan menghadirkan sebuah kegiatan lintas iman. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Talkshow Kebhinekaan dengan tema “Merajut Kebersamaan dalam Semangat Kebangsaan” yang dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Oktober 2023 (Pkl. 18.00 WIB). Di dalamnya, KPPM dan KAUM bekerja sama untuk mempersiapkan segala sesuatu.

Karena acara ini adalah lintas iman, maka GKJW Jemaat Bondowoso mengundang pemuda-pemuda lintas iman yang terdiri dari perwakilan siswa SMA dan SMK se-kota Bondowoso, perwakilan dari mahasiswa Perguruan Tinggi di kota Bondowoso, pemuda dari gereja Protestan dan Katolik di kota Bondowoso serta perwakilan pemuda dari agama Budha dan Hindu.

Tujuan diadakannya kegiatan  ini,  sebagai wadah bagi para pemuda lintas agama di lingkup kota Bondowoso untuk dapat mewujudkan proses dialog dan juga menjalin relasi melalui rangkaian acara yang telah disusun. Diharapkan dari kegiatan  ini akan semakin menyalakan api semangat kebangsaan di tengah perkembangan zaman dengan berbagai tantangan yang ada dan menjalin kerukunan diantara umat beragama.

Acara Talkshow Kebhinekaan ini dikemas ke dalam 2 bagian. Bagian pertama adalah Talkshow itu sendiri yang bertempat di gedung Pertemuan GKJW Jemaat Bondowoso Jl. Ahmad Yani No.. 51, Lumbung, Dabasah, Kec. Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

 Talkshow Kebhinekaan dengan menghadirkan dua orang pemateri, yaitu Bapak Sinung Sudrajad S.sos – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab Bondowoso dan juga merupakan wakil ketua DPRD Kab. Bondowoso yang memaparkan materi dengan judul “Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Empat Pilar Kebangsaan”.

Selanjutnya, pemateri kedua adalah Ibu Hj. Nur Diana Khalidah, S.Q.S.Ag (Ketua Fattayat NU Bondowoso) yang memaparkan materi dengan judul “Kebhinekaan dalam Tradisi dan Budaya Indonesia”.

Melengkapi proses diskusi , Ibu Pdt. Kristyanti Retno Wahyuni  memandu kegiatan diskusi Bersama sehingga menjadi lebih meriah . Pada bagian pertama ini, setelah pemateri menyampaikan materi, maka dipersilahkan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang ada semakin memperkaya dan menambah keseruan selama proses Talkshow.

Indonesia dengan konteks Kebhinekaannya pasti tidak terlepas dari tantangan bagi anak muda zaman sekarang. Menurut Bapak Sinung, tantangan terbesar pemuda jaman sekarang adalah ketika mereka malas belajar sejarah. Karena itu jika itu terjadi maka sangat fatal. Beliau mengutip sebuah kutipan “untuk merusak sebuah sabngsa yang besar bukan menyerang kekuatan militernya, tetapi penggal hubungan antara nenek moyang dengan penerusnya. Sedangkan menurut Ibu Nur, apa yang menjadi tantangan bagi pemuda jaman sekarang adalah media sosial yang menghadirkan dunia tanpa batas. Tetapi yang terpenting adalah mengerti batasan dan terus diedukasi bukannya melarang.

Bagian kedua dari rangkaian kegiatan Talkshow Kebhinekaan GKJW Jemaat Bondowoso adalah acara kebersamaan yang bertempat di lapangan parkir gereja. Di dalam bagian ini seluruh pemuda yang menjadi peserta menari, Menyanyi, dan bermain game dengan dengan tujuan yang ingin dicapai adalah ada proses perkenalan yang terjadi dan hilangkan perasaan enggan untuk menjalin relasi dengan “yang berbeda”.

Rangkaian acara Talkshow Kebhinekaan GKJW Jemaat Bondowoso ditutup dengan Doa Bersama Lintas Iman di mana setiap perwakilan pemuda dari masing-masing agama memimpin berdoa dengan pokok doa bagi bangsa Indonesia dan juga seluruh pemuda lintas iman.

Kegiatan ini telah selesai dilakukan dengan sangat baik, segala sesuatu yang terjadi berakhir dengan sempurna di luar apa yang dipersiapkan oleh panitia. Momen yang tidak akan terlupakan ini kiranya menjadi pelopor bagi siapapun untuk tidak takut membangun relasi dengan saudara lintas iman. Salam Kerukunan.

(Humas GKJW/ Yosef.Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun