0 4 min 3 tahun

Beritakampus.id – Manado, Juru bicara Partai Perindo Yerry Tawalujan mengimbau Pemerintah agar menjamin ketersediaan bahan pangan (sembako) dan kestabilan harga menjelang bulan Ramadhan 1444 Hijriah yang tinggal sepekan lagi.

Pasalnya, harga sejumlah sembako seperti telur, daging ayam, daging sapi, minyak goreng sampai cabai merah dan cabai rawit, di beberapa daerah sudah merangkak naik.

Yerry Tawalujan membeberkan bahwa data yang diperoleh dari hasil pantauan langsung Partai Perindo di Pasar Basah Rawabadak Tanjung Priok menunjukkan harga telur ayam yang biasanya Rp25.000 per kg naik menjadi Rp. 28.500 per kg.

Begitu pun dengan harga daging ayam potong utuh per ekor yang biasanya Rp30.000 sekarang naik menjadi Rp. 37.500.

“Padahal ini baru menjelang bulan puasa Ramadhan 1444 Hijriah,” jelas putra asli Minahasa, Sulawesi Utara ini pada 14 Maret 2023.

Di Manado, kata dia, berdasarkan laporan langsung dari kader Partai Perindo di lapangan menunjukkan bahwa harga daging ayam yang biasanya Rp33.500 per kg sekarang dijual Rp38.000 sampai Rp40.000 per kg.

“Telur ayam biasanya dijual satu baki kurang lebih 1,5 kg seharga Rp. 50.000 sekarang menjadi Rp. 55.000,” bebernya.

Menurut Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesra Yerry Tawalujan, kenaikan harga sembako sebenarnya tetap dapat dikendalikan meski ada mekanisme pasar dimana permintaan tinggi dan ketersediaan barang sedikit akan berakibat naiknya harga.

“Di pasar kan ada hukum supply and demand. Jika supply rendah demand tinggi maka harga naik. Disinilah peran Pemerintah untuk menjamin supply, ketersediaan bahan pangan,” ujarnya.

“Distribusi bahan pangan harus lancar. Karena pasti menjelang puasa apalagi Lebaran permintaan barang akan tinggi,” sambungnya menjelaskan.

Partai Perindo, lanjutnya, sangat yakin Pemerintah sanggup menekan kenaikan harga agar tidak terlalu memberatkan rakyat asalkan gencar melakukan upaya-upaya positif.

“Pastikan ketersediaan pangan, rajin turun ke lapangan mengecek harga, bertindak tegas kepada para pedagang atau distributor yang memainkan harga atau menimbun barang, dan rajin lakukan operasi pasar,” tegas Yerry Tawalujan.

Sebelumnya, Yerry Tawalujan menyoroti kinerja Kementerian-kementerian yang mengurus harga bahan pangan dan hasil pertanian.

Dia berpendapat, peringatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kementerian terkait cepat menyikapi potensi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok beberapa waktu lalu, seharusnya disikapi secara sigap.

“Para menteri yang terkait dengan penanganan harga bahan pokok jangan kalah dengan kesigapan Presiden,” tegas Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan kepada wartawan.

Menurut Yerry, seharusnya para menteri tersebut membantu Presiden untuk dapat menstabilkan harga, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Seharusnya, Kementerian terkait sudah punya solusi untuk menangani setiap kali ada lonjakan harga bahan pangan atau kelangkaan pasokan.

“Sehingga pada saat ada gejala kelangkaan pasokan atau lonjakan kenaikan harga, solusinya langsung ada. Bukan nanti ada kenaikan baru bergerak,” ujar Yerry, menjelaskan.

“Jangan tunggu masalah berlarut-larut seperti ini. Rakyat sudah berminggu-minggu teriak harga beras dan minyak goreng naik, baru dicarikan solusinya. Harusnya solusi sudah dipikirkan untuk antisipasi terjadinya masalah,” jelas Yerry.

Dia menambahkan, dalam kondisi harga sembako yang naik dan langka, Pemerintah perlu memperbanyak operasi pasar dan memperbaiki alur distribusi pangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun