0 4 min 3 tahun

Beritakampus.id – Jakarta, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan the 47th Meeting of the Co Project Directors for Kalimantan Utara and Sabah on the Demarcation and Survey of the International Boundary between Indonesia (Kalimantan Utara) and Malaysia (Sabah) pada tanggal 13-14 Maret 2023.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Letkol. Ctp. Amin Nurdin selaku the Co-Project Director for Kalimantan Utara, dan beranggotakan Kementerian/Lembaga terkait antara lain Kemendagri, Kemenhan, Kemenlu, BIG, dan Kementerian/Lembaga terkait.

Sementara Delegasi Malaysia dipimpin oleh Sr Shaffri bin Baudi, the Co-Project Director for Sabah, yang beranggotakan JUPEM, Departemen Imigrasi Sabah, Dewan Keamanan Nasional, Departemen Bea Cukai, dan Kepolisian Malaysia.

Pertemuan kedua negara ini sempat terhenti akibat pandemi Covid 19, sehingga menjadi langkah awal penyelesaian Outstanding Boundary Problems (OBP) Sektor Timur.

Dalam pertemuan ini, kedua Delegasi bertukar pandangan dan membahas mengenai hasil survey periode 2019-2022 demarkasi batas Indonesia – Malaysia, tindak lanjut terhadap penyelesaian OBP Sektor Timur, khususnya segmen Pulau Sebatik dan segmen Sungai Sinapad-Sesai, serta rencana jadwal survei tahun 2023-2024.

Pertemuan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah negara dan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat kedua negara di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Pertemuan berjalan baik dan lancar. Pada pertemuan ini juga dilakukan penandatangan list koordinat dan field plan Pulau Sebatik sebagai rujukan penandatanganan MoU. Kedua Ketua Delegasi sepakat untuk melaporkan hasil pertemuan pada forum terkait antara lain Joint Working Group on Outstanding Boundary Problems ke-11 yang rencananya akan diselenggarakan di Malaysia pada minggu ketiga Maret 2023 dan kepada Komite Teknik kedua negara yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2023.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia memiliki pandangan dan semangat yang sama dalam rangka menyelesaikan OBP tersebut sebagaimana arahan dari pemimpin kedua negara yang telah bertemu beberapa waktu lalu yang salah satu kesepaktannya adalah percepatan penyelesaian perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Letkol Ctp Amin Nurdin ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai Co Project Director for Kalimantan Utara untuk menyelesaikan masalah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu inisiator dalam pendirian program studi teknik Geomatika di Universitas Jenderal Achmad Yani yang mulai beroperasi tahun 2021. Selain itu saat ini sedang menyelesaikan program S3 bidang ilmu Ketahanan Nasional di Universitas Gadjah Mada dengan fokus studi perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, yang sebelumnya mempunyai background pendidikan teknik Geodesi/Geomatika yang di tempuh di UGM dan ITB.

Perbatasan merupakan aplikasi keilmuan bidang teknik Geomatika yang secara nyata harus dapat menentukan garis batas internasional secara akurat. Perbatasan mempunyai dampak terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa teknik Geomatika Unjani mempunyai kiprah internasional yang sangat besar untuk bangsa dan negara.

Terpisah, Kolonel (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT. selaku Kepala Program Pendidikan Teknik Geomatika Unjani mrngatakan,”Sebagai Kaprodi Teknik Geomatika Unjani, saya turut bangga dengan dipilihnya dosen Teknik Geomatika FT UNJANI, Letkol Ctp Aminurdin, ST,MT sbg ketua delegasi RI dalam pertemuan tingkat Co Project Director Kaltara – Sabah. Harapan saya tentunya persoalan Batas ( OBP) dapat segera diselesaikan dengan baik. Dan hal ini tentu akan menambah semangat para mahasiswa Teknik Geomatika dalam menimba ilmunya di Unjani.” Ungkapnya kepada awak media melalui sambungan telpon.
(Dharma L./red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Judul Buku: Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital

Penulis: Medi Putra, SH., S.Kom

Tahun Terbit: 01 Juni 2025 (berdasarkan tanggal Kata Pengantar )

Jumlah Halaman: 35 Halaman

Dalam lanskap media yang bertransformasi secara radikal oleh kehadiran internet, “Buku Panduan Menulis Berita di Media Online: Jurnalisme Digital” karya Medi Putra hadir sebagai mercusuar bagi para penulis berita, khususnya bagi mereka yang bergerak dalam pewartaan di era digital. Ditulis dengan semangat berbagi ilmu dan dedikasi yang membara, terutama untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI) di mana penulis menjabat sebagai Ketua Umum, buku ini menawarkan panduan yang sistematis dan praktis, dari dasar hingga teknik lanjutan.

Struktur dan Kedalaman Isi

Buku ini tersusun secara logis dalam delapan bab, membedah seluk-beluk penulisan berita online secara komprehensif. Dimulai dengan Bab I: Pendahuluan, penulis berhasil memetakan perbedaan fundamental antara jurnalisme cetak dan daring, menyoroti karakteristik khas media online seperti aksesibilitas global, kecepatan real-time, interaktivitas, dan ketersediaan konten tanpa batas. Prinsip “Brevity” (Ringkas) dan “Adaptability” (Mampu Beradaptasi) dari Paul Bradshaw juga ditekankan sebagai kunci.

Bab II mengukuhkan Pondasi Penulisan Berita Online dengan mengupas tuntas elemen 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan struktur piramida terbalik. Leksana tidak hanya menjelaskan definisi, tetapi juga menekankan nuansa dan urgensi penerapannya dalam konteks online, termasuk bagaimana struktur piramida terbalik menghormati waktu pembaca digital dan mengakomodasi tingkat minat yang berbeda, serta optimalisasinya untuk SEO.

Fokus bergeser pada elemen krusial dalam menarik pembaca di Bab III: Menciptakan Judul dan Teras Berita yang Memikat. Bab ini memberikan strategi penulisan judul yang menarik dan SEO-friendly, membahas persyaratan judul seperti provokatif, singkat, relevan, dan fungsional, hingga aspek teknis seperti panjang karakter dan penempatan kata kunci. Berbagai jenis lead berita, mulai dari summary lead hingga teasing lead, juga disajikan untuk memperkaya teknik penulisan.

Bab IV mengelaborasi Mengembangkan Tubuh Berita yang Efektif, menawarkan pilihan antara gaya penulisan “Cepat vs. Akurat” beserta langkah-langkah praktisnya. Penekanan pada struktur paragraf pendek dan jelas, penggunaan white space, serta pemformatan teks (bold, italic) untuk meningkatkan keterbacaan di platform digital menjadi poin penting.

Era digital menuntut kekuatan visual, dan ini dijawab tuntas dalam Bab V: Kekuatan Visual: Mengintegrasikan Gambar, Video, dan Infografis. Bab ini menggarisbawahi pentingnya visual dalam meningkatkan user engagement dan pemahaman, serta menyajikan praktik terbaik penggunaan gambar dan video, termasuk optimasi teknis (nama file, alt text, ukuran, resolusi), penempatan strategis, aksesibilitas (closed captions), dan etika visual. Panduan pembuatan infografis yang sistematis dan daftar alat bantu populer seperti Canva, Adobe Express, dan Visme turut disertakan.

Aspek vital lainnya, Optimasi SEO untuk Berita Online, dibahas secara mendalam di Bab VI. Mulai dari riset dan penggunaan kata kunci yang relevan, optimasi URL dan meta deskripsi, pemanfaatan tautan internal dan eksternal, hingga optimasi gambar, kecepatan halaman, aspek mobile-friendly, dan promosi media sosial. Daftar periksa SEO On-Page dalam bentuk tabel menjadi panduan praktis yang sangat berguna.

Bab VII kembali ke jantung jurnalisme: Akurasi dan Penyuntingan: Menjaga Kredibilitas. Di tengah derasnya arus informasi, pentingnya kebenaran, kejelasan, dan faktualitas berita ditegaskan, beserta kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Dua jenis penyuntingan, substantif dan mekanis, dijelaskan berikut potensi permasalahannya, dilengkapi tips penyuntingan mandiri.

Buku ini ditutup dengan Bab VIII: Kesimpulan: Menyongsong Masa Depan Jurnalisme Online, yang merangkum tantangan dan peluang di lanskap jurnalisme digital, serta menggarisbawahi evolusi peran jurnalis menjadi profesi multidisiplin yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Kelebihan Buku

  1. Komprehensif dan Mendalam: Buku ini mencakup hampir semua aspek penting dalam penulisan berita online, dari konsep dasar hingga strategi teknis lanjutan seperti SEO dan penggunaan multimedia.
  2. Praktis dan Aplikatif: Disertai dengan tips, langkah-langkah konkret, contoh (seperti penerapan 5W+1H pada berita banjir ), dan checklist (SEO On-Page ), buku ini sangat mudah diaplikasikan. Penyertaan daftar alat bantu infografis juga menambah nilai praktisnya.
  3. Relevan dengan Konteks Kekinian: Penekanan pada SEO, media sosial, mobile-friendliness, dan interaktivitas menunjukkan pemahaman penulis akan tuntutan jurnalisme digital modern.
  4. Struktur yang Jelas: Alur pembahasan yang sistematis dari bab ke bab memudahkan pembaca untuk mengikuti dan memahami materi.
  5. Landasan Etis yang Kuat: Penulis secara konsisten menekankan pentingnya akurasi, etika jurnalistik, dan kredibilitas, yang menjadi fondasi tak tergoyahkan dalam praktik jurnalisme.
  6. Dedikasi dan Tujuan yang Mulia: Lahir dari komitmen untuk Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan kapasitas pewarta gereja, namun isinya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menguasai penulisan berita online.

Potensi Peningkatan (Minor)

Meskipun sudah sangat baik, mungkin bisa dipertimbangkan penambahan studi kasus atau contoh berita online riil yang lebih beragam, yang secara langsung mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dibahas dalam setiap bab. Mengingat target awal adalah pewarta gereja, beberapa contoh spesifik terkait pewartaan kabar baik dalam format berita online bisa lebih memperkaya.

Rekomendasi

Buku Panduan Menulis Berita di Media Online” adalah bacaan wajib bagi para jurnalis, calon jurnalis, mahasiswa ilmu komunikasi/jurnalistik, content creator, blogger, dan secara khusus bagi para pewarta gereja yang ingin karya jurnalistiknya profesional, akurat, berdampak, dan menjangkau audiens luas di era digital.

Medi Putra berhasil menyajikan sebuah panduan yang tidak hanya kaya akan teori tetapi juga sarat dengan panduan praktis. Buku ini adalah investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berlayar dan bahkan memimpin arus deras jurnalisme digital, dengan tetap memegang teguh kemuliaan profesi. Sebagaimana ditutup oleh penulis, “SOLI DEO GLORIA!” – buku ini adalah persembahan yang mencerahkan.

6 min 1 tahun